Efek Cinta Mirip Morfin

Posted By Rikaro.Ramadi Wednesday, March 27, 2013 11:38:51 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 27, 2013 11:38:51 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Gairah yang muncul saat Anda jatuh cinta efeknya ternyata tidak jauh berbeda dari obat penghilang rasa sakit. Tim peneliti dari Division of Pain Management di Stanford University Medical Center, Amerika Serikat mengetahui setelah melakukan tes pada 15 mahasiswa dan mahasiswi yang baru jatuh cinta dan sangat bergairah.

Mereka diperlihatkan foto-foto pasangannya, sementara komputer pengontrol panas diletakan di telapak tangan, yang berfungsi memberikan rasa sakit dalam dosis ringan. Pada saat yang bersamaan, otak mereka dipindai dengan mesin pencitraan, functional magnetic resonance (fMRI).

Hasil penelitian menunjukkan, perasaan cinta yang dipicu dengan melihat gambar orang yang dicintai, bertindak sebagai penghilang rasa sakit yang kuat. Ketika mahasiswa diperlihatkan foto seseorang yang menarik, hasilnya tidak memiliki manfaat yang sama. Dari hasil pemindaian diketahui bahwa efek gairah dari jatuh cinta  dapat dibandingkan dengan morfin dan kokain, keduanya memengaruhi 'pusat hadiah' pada otak. 

"Kami memulainya dengan sistem area otak tersebut dan mencari tahu bagaimana pengaruhnya terhadap rasa sakit. Ini sangat mendalam, sistem lama dalam otak kita yang melibatkan dopamin, neurotransmitter utama yang memengaruhi perasaan dan motivasi," kata Dr. Sean Mackey, kepala peneliti seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

Dalam penelitian ini, mahasiwa yang terlibat adalah yang baru saja menjalani hubungan romantis selama sembilan bulan pertama. Hal itu karena mereka masih sangat bergairah dalam hal perasaan cinta.

"Kami menginginkan subjek yang merasakan euforia, enerjik, dan pikiran obsesif pada pasangannya. Saat cinta dalam kondisi tersebut bisa digambarkan seperti kecanduan. Kami pikir mungkin itu melibatkan sistem otak yang sama seperti pada seseorang yang ketergantungan yang berkaitan erat dengan dopamin," kata Mackey menambahkan.

Dopamin adalah salah satu zat kimia dalam otak yang mengirimkan sinyal antara neuron. Zat tersebut adalah jantung dari sistem otak yang membantu kita untuk 'merasa lebih baik' ketika menikmati pengalaman menyenangkan.

Jalur dopamin sangat erat kaitannya dengan ketergantungan dan nyeri tingkat tinggi, yang disebabkan oleh morfin dan obat-obatan lainnya. Studi ini menemukan bahwa kata dan gairah cinta juga bisa mengurangi rasa sakit namun dengan cara yang berbeda.


Baca juga: Ini Dia Pemicu Pria Berselingkuh


- 8 Kebiasaan Sepele Perusak Pernikahan

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Thursday, March 28, 2013 3:53:59 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top