Strategi Perang Mulut dengan Pasangan

Posted By Rikaro.Ramadi Wednesday, March 27, 2013 11:47:22 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 27, 2013 11:47:22 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Saat bertengkar dengan pasangan, biasanya secara naluri Anda akan mengeluarkan argumen. Seperti mengatakan, "Saya juga mendengarkan kamu". Tetapi, menurut David D. Burns, MD, penulis buku 'Feeling Good Together' berdebat dengan cara tersebut hanya akan memperuncing konflik.

Sebaliknya, cobalah menyetujui kritiknya. Seperti mengatakan "Kau benar, aku berusaha mengerti. Ada lagi yang ingin kamu katakan?". Bahkan jika Anda tidak yakin dengan kata-katanya, cobalah untuk yakin bahwa dia benar.

Anda dapat berargumen secara halus pada bagian yang tampaknya tidak adil, atau mencoba mengungkap hal di balik kritiknya, sehingga dapat menghentikan masalah. Meyakinkan perasaan pasangan untuk menurunkan amarahnya, kemungkinan besar akan membuat dia menurunkan 'pertahanan' dirinya.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat bertengkar dengan pasangan.

Kata pasangan: "Mengapa kamu ingin selalu dianggap benar?"
Anda ingin mengatakan : "Tetapi, aku memang benar soal ini!"
Cobalah katakan: "Aku bisa melihat kamu berusaha memberikan pengertian, tetapi aku tidak mendengarkan dengan baik. Cobalah jelaskan dari awal agar aku mengerti".

Kata pasangan: "Kamu memang keras kepala!"
Anda ingin mengatakan: "Aku keras kepala? Kamu jauh lebih keras kepala dariku!"
Cobalah katakan: "Aku kira aku telah melihat dan menjelaskan dari sudut pandangku. Coba katakan bagaimana sudut pandang kamu"

Kata pasangan: "Apakah kamu perduli perasaanku?"
Anda ingin mengatakan: "Ya, tapi..."
Cobalah katakan: "Tentu saja aku perduli. Tapi aku akui, aku kadangkala tidak sensitif dan terlalu emosi. Maaf ya sayang"

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Thursday, March 28, 2013 3:59:58 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top