'Haram' Dikatakan Saat Bertengkar

Posted By Rikaro.Ramadi Thursday, March 28, 2013 9:24:36 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Thursday, March 28, 2013 9:24:36 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Penelitian menunjukan, menahan perasaan atau meredam amarah, meningkatkan risiko alami kematian dini. Jadi, tidak masalah jika Anda berargumen dengan pasangan demi mengungkapkan perasaan.

Tetapi masalahnya, menurut Dr John Gottman seorang psikolog, pasangan banyak melakukan kesalahan ketika mereka beradu argumen. Ingin hubungan berjalan baik dan bertahan lama? Hindari empat kalimat ini saat bertengkar.

1. "Aku menyerah"

Anda ingin merasa benar atau mempertahankan hubungan? Dengan mengatakan hal itu hanya akan membuat pertengkaran semakin memanas.

"Saya sering menanyakan hal itu pada pasangan dengan masalah yang tak kunjung selesai. Mereka hampir selalu mengatakan, 'Kami ingin mempertahankan hubungan'," kata psikolog, Dr Robin Smith, yang juga penulis Lies at The Altar: The Truth About Great Marriages, seperti dikutip dari au.lifestyle.yahoo.com.

Penelitian Dr. Gottman menunjukan, yang menjadi kunci terakhir awetnya pernikahan adalah apakah Anda terbuka dengan pengaruh dan pemikiran pasangan. Bukan dalam hal mengontrol tapi mendengarkan. Jadi, cobalah belajar untuk lebih mendengarkan. Jangan selalu merasa benar demi langgengnya hubungan.

2. "Kamu dulu tidak begini"
Semua orang berubah. Jangan pernah membandingkan dirinya yang sekarang dengan dulu. "Argumen tersebut bersifat destruktif bukan konstruktif. Pasangan akan merasa diserang dan kemungkinan ia akan membalas," kata Dr. Traci Covetry, pakar hubungan pribadi.

Jika Anda memang ingin berkomentar tentang sikapnya, lebih baik gunakan kata "Aku" (bahasa positif) daripada "Kamu" (bahasa negatif). Misalnya, "Aku merasa kamu agak berubah, bisa kita bicara?"

3. "Apakah kamu akan minta maaf?"
Ya, Anda mungkin mendapatkan permintaan maafnya. Tapi, pasti tidak seperti yang diharapkan.  "Jika Anda menuntut permintaan maaf, Anda tidak akan pernah tahu apakah dia benar-benar menyesal atau tidak," kata Dr Coventry.

Dengan mengatakan hal itu, Anda seperti membebankan semua kesalahan padanya. Biasanya, dalam sebuah perdebatan sengit, kedua belah pihak sama-sama harus disalahkan untuk setiap kata-kata menyakitkan. Jika dia memang bersalah. Berilah dia waktu untuk berpikir dan merespon atau "merendahkan" dirinya dengan cara mereka sendiri.

4. "Aku tidak mengerti apa inti masalahnya"
Tentu saja Anda tidak akan bisa mengerti. Itu karena cara Anda dan dia memandang masalah sangat berbeda. Daripada membuat bingung lebih baik jangan mengatakan hal itu. Lebih baik katakan "Saya tidak bermaksud untuk menyakiti kamu. Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat kamu dan kita merasa lebih baik?"

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 4:13:28 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top