Ukur Kebahagiaan Cinta Lewat Kata

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 4:26:16 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 4:26:16 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Setiap orang ingin memiliki hubungan percintaan yang langgeng sampai akhir hayat. Masalahnya, untuk menjaga hubungan tetap awet tidaklah mudah.

Ingin tahu seberapa besar rasa cinta pasangan pada Anda? Coba berikan tes psikologi padanya.

Menurut para peneliti, Anda dapat memprediksi bagaimana perasaan pasangan Anda dengan mengujinya menggunakan beberapa kata. Uniknya, hal ini lebih akurat dibandingkan menanyakan langsung kepada pasangan.

Pada sebuah penelitian, responden diperlihatkan kata-kata yang bersifat positif seperti 'perdamaian' dan 'berbagi, serta ditunjukan pula kata-kata yang bersifat negatif seperti 'bersedih' dan 'permusuhan'. Bersamaan dengan itu, para responden diminta untuk menggambarkan pasangan mereka.

Pada tes pertama, mereka diminta untuk menekan tombol setiap kali mereka melihat kata-kata positif dan kata-kata yang terkait dengan pasangan mereka. Pada tes kedua, mereka juga melakukan hal sama setiap kali mereka melihat kata-kata negatif dan kata-kata yang menggambarkan pasangan mereka.

Jika seseorang lebih mudah dan cepat menemukan kata-kata yang menyenangkan atau positif mengenai pasangannya, menurut para peneliti, mereka memiliki hubungan yang kuat dan langgeng. Tetapi jika terjadi sebaliknya, pasangan itu mengarah ke sebuah 'hubungan yang rusak' yang memiliki risiko berpisah cukup besar.

Sebanyak 222 orang terlibat dalam penelitian. Hanya 116 orang yang melakukan tes lanjutan. Dari responden yang terlibat, sebesar 16 persen atau 19 orang di antaranya mengalami perpisahan. Hasil tersebut sudah diprediksi sebelumnya oleh para peneliti.

"Hal yang mengejutkan dari penelitian kami adalah bahwa tes yang dilakukan bisa mengukur dengan baik dalam memprediksi apa yang terjadi pada hubungan mereka, dibandingkan dengan apa yang dikatakannya tentang hubungan mereka," kata salah satu peneliti, Profesor Ronald Rogge, seperti dikutip dari laman Daily Mail.

"Seseorang yang menunjukkan perasaan negatif pada pasangan berisiko tujuh kali lebih mungkin untuk putus hubungan pada tahun berikutnya," Rogge menambahkan.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 2:28:23 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top