Obat Painkiller Penghambat Orgasme Pria

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 5:20:05 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:20:05 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Obat penghilang rasa sakit atau painkiller bisa berdampak negatif bagi kepuasan seksual pria. Itu karena salah satu jenis painkiller, Gabapentin, dapat menyebabkan pria tidak bisa mencapai orgasme.

Obat tersebut biasanya digunakan untuk mengobati nyeri neuropatik, kejang dan penyakit biopolar pada pasien usia lanjut. Peneliti telah melakukan studi dengan menganalisis kasus pria yang tidak bisa merasakan orgasme. Kondisi ini ternyata jumlahnya jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan dalam uji klinis.

“Gabapentin menjadi penghambat orgame lebih umum terjadi pada pasien yang lebih tua," kata Michael D. Perloff, asisten profesor neurologi di Boston University.

Ia juga mengungkapkan, meskipun obat penghilang rasa sakit tersebut bisa menimbulkan anorgasmia, yaitu kondisi dimana seseorang tak bisa mencapai orgasme, namun tetap tergantung pada dosis yang dikonsumsi.

Gabapentin telah diresepkan selama bertahun-tahun, mengingat efek samping yang timbul tidak terlalu berbahaya. Biasanya, efek yang ditimbulkan hanya sebatas menimbulkan rasa kantuk dan pusing beberapa saat setelah dikonsumsi.

Penelitian menunjukkan bahwa tiga dari 11 pasien yang mengonsumsi Gabapentin, berusia di atas 50 tahun mengalami anorgasmia. Tetapi mereka kembali bisa merasakan orgasme setelah mereka mengurangi atau tak lagi mengonsumsi Gabapentin.

Kondisi ini berbeda pada 10 kasus pada pasien yang usianya lebih muda. Rata-rata usia mereka 38 tahun.

"Jika anorgasmia terjadi, pasien harus diyakinkan bahwa itu juga bisa tergantung dari dosis yang diberikan,” kata Perloff.

Seperti dilansir dari Times of India, penelitian ini dipublikasi dalam American Journal of Geriatric Pharmacotherapy.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 2:00:48 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top