Novel Romantis Picu Gangguan Seks dan Emosi

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 5:22:34 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:22:34 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Sebagian besar wanita pasti menyukai sebuah cerita fiksi romatis. Pertemuan dengan seroang pria impian, jatuh cinta, menghadapi cobaan dalam hubungan dan berakhir dengan kebahagiaan selamanya.

Kisah cinta romantis yang telah ada sejak abad ke-18 terbukti masih disukai wanita hingga sekarang. Cinta romantis membuat gadis remaja hingga dewasa terbuai dan memimpikan merasakan hal serupa.


Sebuah penelitian dalam Jurnal Medis di Inggris menemukan, novel romantis merupakan ancaman tak terlihat bagi kesehatan seksual dan emosional wanita.


"Jika pembaca percaya cerita yang ditawarkan fiksi romantis, mereka akan mengalami masalah," kata penulis dan konselor hubungan asal Inggris, Susan Quilliam seperti dikutip News. Menurutnya, kisah cinta di novel terlalu romantis dan kerap sangat jauh dari kenyataan yang ada. Sehingga, wanita  merasa tak puas dengan kehidupan yang mereka alami.


Dalam survei yang dimuat dalam Jurnal Keluarga Berencana dan Perawatan Kesehatan Reproduksi, ia menemukan, novel romantis dan erotis kerap mempromosikan hubungan seksual yang sebenarnya tak diinginkan  wanita. Novel ini juga kadang berisi hubungan seks tak sehat, seperti tidak menggunakan kondom.

"Dan, pembaca seringkali menirunya karena tidak ingin melakukan hal yang bertentangan dengan kisah di novel."

Bahkan, fiksi romantis juga menyajikan kekerasan seksual, sering dilengkapi karakter ibu tunggal, pria kasar, atau mitra yang melakukan kekerasan. Kerap kali, fiksi romantis juga menyajikan ketidak puasan seksual wanita akibat naik-turunnya hubungan.

"Kami ingin wanita menyadari apa yang mereka inginkan daripada harus diberitahu. Kami mengingatkan, bahwa melakukan hubungan seksual bukanlah hal yang membuktikan kekuatan hubungan," ujarnya.

Menurut Quilliam, novel romantis merupakan fiksi paling digemari pembaca wanita. Sebagian wanita bahkan membaca 30 judul novel romantis sebulan.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:03:17 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top