Bertengkar Gara-gara Menonton Film Bersama

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 5:26:40 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:26:40 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Menghabiskan malam di depan televisi dan menonton film dengan pasangan Anda dapat merusak hubungan Anda. Jangan kaget! Semua ini didasarkan oleh ketidaksamaan jenis film yang disukai pria dan wanita.

Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh Direct Line menyatakan bahwa wanita lebih tertarik pada film yang berakhir bahagia. Sedangkan pria lebih cenderung menyukai film dengan adegan seks di dalamnya. Hal ini telah dibuktikan melalui survei terhadap 2.000 orang dewasa.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa film yang sempurna dapat menggabungkan antara pikiran dan juga emosi," ujar psikolog TV Professor Geoffrey Beattie saat menganalisis hasil penelitian, dikutip dari Female First.

Menurutnya, film sangat penting bagi manusia karena film menyediakan narasi dan makna dari sebuah pengalaman, baik yang serupa atau pun berbeda dari pengalaman Anda. Tak jarang, Anda pun sering terpengaruh pada struktur cerita dari film yang Anda tonton untuk menjelaskan bagian-bagian dalam hidup Anda.

"Film membawa kita ke dalam perjalanan emosional dan mengizinkan kita untuk merasakan berbagai emosi baik positif ataupun negatif. Ketika kita selesai menonton, kita sering merasakan tingkat kepuasan psikologis," ia menambahkan.

Dalam penelitian ini, lebih dari setengah responden pria merasa bahwa adegan dalam film action merupakan adegan yang harus dimiliki dalam sebuah film yang bagus. Sedangkan wanita lebih memilih akhir yang bahagia daripada scene ledakan dan kekerasan.

"Penelitian kami menujukkan bahwa orang sangat mengetahui apa yang mereka sukai, terutama apa yang mereka tidak sukai," ujar Matt Owen, juru bicara Direct Line.

Jika Anda tidak dapat membedakan apa yang terjadi dalam sebuah film yang notabene sebuah fiksi karangan sang penulis cerita dengan kehidupan nyata, bukan tidak mungkin kehidupan Anda akan terpengaruh dengan alur cerita fiksi tersebut. Dan, bisa saja hal tersebut merusak kehidupan nyata Anda.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:01:47 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top