Bekerja Tak Turunkan Kualitas Pengasuhan Ibu

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 5:33:25 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:33:25 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Banyak ibu bekerja yang merasa dilema karena tidak bisa menyeimbangkan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Ada yang akhirnya memilih untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, untuk mengurangi tekanan dan stres.

Faktanya, menurut penelitian terbaru, ibu yang bekerja tidak menurunkan kualitasnya sebagai orangtua dan tidak juga menambah tingkat stres. Seperti dilansir dari Daily Mail, penelitian ini dilakukan oleh The National Bureau of Economic Research (NBER), yang mengumpulkan informasi dari berbagai keluarga di Amerika Serikat untuk menilai kualitas kehidupan keluarga.

Para peneliti menganalisis berbagai faktor kesejahteraan, termasuk kesehatan mental dan fisik ibu, serta hubungan ibu dengan bayinya. Lalu membandingkan data antara ibu rumah tangga dan ibu yang bekerja setelah melahirkan.

Tidak mengherankan, jika ibu yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan tingkat stres dan depresinya lebih tinggi dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Tapi anehnya, setelah fase ini, pekerjaan ibu justru menambah ketenangan dan tingkat kesejahteraan keluarga.

Meskipun stres berlanjut hingga enam bulan setelah melahirkan, tetapi levelnya akan menurun seiring dengan kesibukan pekerjaan. Ibu yang bekerja penuh waktu, juga tidak menurunkan kualitasnya sebagai orangtua.

Seiring berjalannya waktu, ibu akan bisa menyeimbangkan waktu antara kehidupan keluarga dan pekerjaan. Faktanya, secara keseluruhan stres sebagai orangtua baru, akan berkurang, jika ibu tetap bekerja di saat anaknya berusia empat hingga enam bulan.

Dengan tingkat stres yang berkurang pada ibu, ketenangan dan kesejahteraan keluarga akan meningkat. Hal ini juga menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Laporan mengungkapkan untuk  memastikan bahwa ibu tidak terburu-buru mengalihkan peran dari ibu kemudian menjadi ibu bekerja.

Memanfaatkan cuti melahirkan sangat penting untuk meningkatkan peran sebagai orangtua. Tetapi, sama pentingnya saat ibu kembali memasuki dunia kerja. (eh)

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 1:36:15 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top