Dua Alasan Bertahan dalam Hubungan Tak Sehat

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 5:45:11 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:45:11 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Kendati hidup dalam hubungan asmara yang tak sehat, banyak wanita memilih tetap bertahan. Mereka menganggap, pertengakaran rutin atau hubungan yang datar biasa terjadi dalam hubungan stabil dalam jangka panjang.

Bahkan, seringkali wanita menganggap hubungan baik-baik saja meski merasakan 'bara dalam sekam' di hubungan. Dikutip dari Yourtango, ada dua alasan utama wanita untuk tetap bertahan dalam hubungan yang tak membahagiakan.

1. Rasa takut tak menemukan orang yang tepat
Ketika berusaha melepaskan diri dari kehidupan yang menyiksa menuju kehidupan baru, wajar bila merasa takut tak akan menemukan orang yang cocok dengan Anda.


Namun, jangan menganggap hidup baru sesuatu yang sangat sulit, sehingga Anda tak mungkin menemukan orang lain. Ingat, pikiran adalah awal segalanya. Bila merasa ada kemudahan untuk menemukan orang yang membuat Anda nyaman, energi positif akan akan mengalir. Niscaya Anda akan lebih mudah mendapatkan sosok yang lebih baik untuk Anda. 

2. Takut pasangan menemukan orang lain yang lebih baik atau ingin 'mengubahnya'

Tinggal dalam hubungan yang tak sehat bulan hanya membuat Anda tak bahagia, namun juga memerangkap kalian berdua. Anda tidak menghormati diri sendiri bila mempertahankan hubungan yang membuat kalian berdua merana.  Sementara pasangan Anda bisa menemukan orang yang lebih cocok dengannya, Anda akan makin tersakiti.

Hal ini, menurut ahli, juga berasal dari ego Anda. Tak perlu mempertahankan keinginan untuk 'memperbaiki' pasangan atau hubungan.


Mulailah introspeksi untuk meningkatkan kualitas diri, dan lepaskan ego ingin mengontrol kehidupan orang lain. Jangan berpikir 'memperbaiki' seseorang dapat membuat Anda lebih baik. 


Hidup sendiri setelah berpisah dengan pasangan kemungkinan membuat Anda bisa melihat segalanya lebih jernih. Anda juga dapat menentukan kualitas hubungan apa yang diharapkan nantinya.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 2:15:23 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top