Periode Cinta & Pertengkaran Dapat Diprediksi

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 5:52:31 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:52:31 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Di awal hubungan, asmara masih terasa manis dan membahagiakan. Namun, pernahkah berpikir seperti apa hubungan yang Anda jalani bersama pasangan dalam 20, 30, bahkan 50 tahun ke depan?

Apakah Anda berdua masih berjalan-jalan sembari berpegangan tangan, atau memanggil dengan sapaan sayang seperti masa bulan madu? Atau, akan berubah menjadi pasangan pasif?

Sebuah jajak pendapat dalam skala besar yang baru dirilis mungkin memiliki jawabannya. Isinya menemukan, poin penting dalam hubungan adalah tingkat dan penyebab konflik yang kerap terjadi saat ini. Kemungkinannya, hal yang sama akan terus menjadi biang pertengkaran tahun depan atau 60 tahun lagi.

Profesor dari sejumlah universitas Amerika mewawancarai lebih dari 2.000 pria menikah dan wanita selama 20 tahun. Mereka menemukan hasil yang mengejutkan bahwa 'tingkat konflik' stabil sepanjang perjalanan hubungan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal Family Issues, menjelaskan, jika Anda dan pasangan jarang berdebat, ada kemungkinan hubungan tetap adem dari pertengkaran di masa datang. Dan, jika Anda terus-menerus bertengkar di awal hubungan,  kemungkinan hal itu akan terus berlanjut meskipun telah menikah lama. Namun, jajak pendapat menekankan, hal tersebut bukan berarti paangan tersebut tidak bahagia atau berada dalam hubungan yang buruk.

Ada pengecualian dalam jajak pendapat ini. Yaitu, ketika salah seorang atau pasangan mengalami peristiwa yang mengubah hidup. Diantaranya penyakit serius, kehilangan pekerjaan, atau masalah dengan alkohol atau obat-obatan. Inilah yang mengubah konflik yang stabil menjadi tak terkendali.

Seperti dilansir Shine, peneliti menunjukkan bahwa konflik sebenarnya adalah hal yang baik. Dan tak perlu menjadi pertanyaan jika pasangan jarang bertengkar. Pasangan yang jarang bertengkar bukan berarti mereka menemukan idaman lain.

Temuan menarik lainnya dalam jajak pendapat, adalah pernikahan lebih mungkin bertahan bila pria dan wanita berpikir pernikahan itu akan berlangsung selamanya.


"Orang yang percaya bahwa pernikahan itu selamanya dan mengharapkan pernikahan yang bahagia.  Mungkin karena mereka bersedia untuk menjalani dan melalui masalah meskipun membutuhkan waktu seumur hidup untuk memenuhi harapan mereka sendiri," sebut penelitian tersebut seperti dimuat ABCNews.com.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 4:40:52 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top