Pernikahan Bahagia Sehatkan Jantung

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 5:55:01 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:55:01 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Pernikahan langgeng yang bahagia menjadi dambaan setiap orang. Tidak sekadar menabur kebahagiaan, pernikahan semacam itu juga memberi pengaruh positif bagi kesehatan, terutama kesehatan istri.

Seperti dilansir dari Telegraph, penelitian Universitas Rochester Amerika menemukan bahwa 83 persen wanita yang merasa bahagia pada pernikahannya dapat melanjutkan hidup hingga 15 tahun, setelah operasi bypass jantung.

Jumlah itu sangat signifikan jika dibandingkan Itu dibandingkan dengan hanya 28 persen yang tidak bahagia dalam pernikahannya, dan 27 persen wanita yang belum menikah.

Penelitian yang diterbitkan di Health Psychology Journal ini juga menunjukkan bahwa suami bahagia memiliki tingkat kelangsungan hidup 83 persen. Namun, ini tidak menjadi perbedaan yang signifikan. Karena, bagi suami yang tidak puas terhadap pernikahannya masih memiliki kemungkinan bertahan hidup 60 persen.

Perbedaan tersebut tidak terlalu jauh dari kemungkinan hidup suami bahagia. Sedangkan, pria yang belum menikah hanya memiliki 36 persen kemungkinan bertahan hidup.

Prof Kathleen Raja, pemimpin penelitian, mengatakan bahwa memiliki suami dan istri yang saling mendukung dapat mendorong mereka untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, seperti rajin berolahraga, bahkan menyemangati untuk meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok.

Berada di sebuah kehidupan pernikahan yang sehat juga dapat memotivasi pasien untuk lebih peduli terhadap kesehatan karena mereka memiliki alasan untuk tetap hidup.

Prof Harry Reis, rekan penulis penelitian, mengatakan bahwa pernikahan yang bahagia memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup pasien setelah melakukan operasi bypass. Kesimpulan ini dibuat sembari melihat faktor risiko seperti penggunaan tembakau, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang mengalami sedikit pertengkaran dalam pernikahan mereka memiliki tingkat risiko lebih rendah terhadap berbagai jenis peradangan terkait penyakit jantung.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 1:32:46 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top