Pasangan Materialistis Sering Bertengkar

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 6:33:14 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 6:33:14 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437


Mobil mewah, liburan ke luar negeri, dan tinggal di rumah besar. Banyak pasangan menjadikan semua itu sebagai tujuan hidup. Tidak ada yang salah, namun faktanya ambisi ini bisa membuat rumah tangga jadi lebih sering berkonflik. 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 13 Oktober lalu di Journal of Couple & Relationship Therapy, menemukan kalau pasangan yang materialistis cenderung tidak bahagia dan lebih sering bertengkar. Dilansir dari cbsnews.com, penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei 1.700 pasangan.

Mereka diberikan pertanyaan seputar kondisi hubungan dan seberapa besar penilaiannya terhadap uang dan barang berharga. Satu dari lima pasangan mengaku sangat berorientasi pada uang. Namun, mereka mengungkapkan kalau uang adalah sumber utama konflik rumah tangga.

Pasangan yang masuk dalam kategori pasangan materialistis ini mendapat skor yang sangat buruk dalam hal stabilitas hubungan, hanya 10 hingga 15 persen. Hal ini dibandingkan pasangan yang tidak materialistis.

"Pasangan yang keduanya materialistis, skornya paling buruk dalam tiap kategori yang kami ukur. Ada pola yang menggambarkan kalau komunikasi mereka kurang baik, termasuk resolusi konflik yang buruk, dan rendahnya sikap menghargai satu sama lain," kata salah satu peneliti, Dr Jason Carroll, profesor di Brigham Young University, Amerika Serikat.

Uang bisa merusak rumah tangga

Carroll mengungkapkan, kalau orang yang materialistis lebih banyak menghabiskan waktunya untuk memikirkan untuk mendapatkan materi yang lebih banyak. Dibandingkan dengan memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas hubungan.

"Secara sederhana, mereka tidak menjadikan hubungan sebagai prioritas," ujar Caroll.

Sifat materialistis juga membuat hubungan pernikahan menjadi lebih sulit. Hal ini lama-kelamaan tentu saja bisa membahayakan pernikahan dan bukan tak mungkin berujung pada perpisahan.

"Orang yang materialistis cenderung mencintai dirinya sendiri dan sangat ingin membuat orang lain terkesan," kata Susan Heitler, seorang psikolog klinis.

Mereka juga cenderung mudah merasa cemas, depresi, memiliki kemampuan berhubungan yang buruk dan kepercayaan diri yang rendah. Caroll menyarankan pada pasangan materialistis untuk saling bertanya, "Apakah semua ambisi materi menjadi bagian paling penting dalam hubungan kita?". (art)

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 1:41:06 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top