Menilai Si Penyayang Lewat Bahasa Tubuh

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 29, 2013 6:51:09 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 6:51:09 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Jika ingin tahu apakah pasangan adalah tipe seorang yang perhatian, ceritakan masalah Anda padanya. Namun, jangan khawatir soal nasehat yang dia berikan, tetapi fokuslah terhadap bahasa tubuhnya saat mendengarkan Anda.

Pria yang mengangguk, tersenyum dan terlihat simpatik ketika mendengar masalah orang lain lebih mungkin memiliki gen 'kasih sayang' yang membuat mereka lebih peduli dan memerhatikan pasangan.

Para ilmuwan dari AS dan Kanada selama riset mencatat 23 relawan yang mendengarkan pasangan mereka yang sedang mengalami masalah. Video ini kemudian ditunjukkan tanpa suara kepada orang asing tak lebih dari 20 detik untuk dinilai betapa baik atau peduli si pendengar.

Hasilnya, pria dan wanita yang dinilai memiliki hati paling baik cenderung memiliki gen yang terkait oksitosin tinggi. Hormon ini sering disebut 'hormon peduli' yang memengaruhi sensitivitas dan memerhatikan orang lain.

Penulis Aleksandr Kogan dari Universitas Toronto mengatakan "Temuan kami menunjukkan bahwa variasi genetik memiliki dampak yang nyata pada perilaku masyarakat. Perbedaan-perbedaan perilaku dengan cepat diperhatikan oleh orang lain."


Para ilmuwan mengatakan, temuan memiliki implikasi penting, namun menekankan bahwa faktor genetik dan non-genetik lainnya juga membantu memengaruhi kepribadian seseorang.


Penelitian sebelumnya mengaitkan kepribadian telah mengaitkan orang dengan kepribadian terbuka cenderung lebih senang mengambil risiko, mengalami stres dan autisme. Meski banyak penelitian yang menunjukkan orang dapat akurat menilai status sosial dan kepribadian orang lain, tidak ada seorang yang diuji melalui pengamatan langsung terkait genetik mereka.


Sarina Saturn, asisten profesor psikologi di Universitas Oregon mengatakan, "Tidak mungkin kita memperbaiki orang yang bersifat asosial, tetapi kita mengakui mereka mungkin dipengaruhi genetik. Sehingga mereka mungkin butuh sedikit dorongan," katanya seperti dimuat dalam Daily Mail.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 29, 2013 5:22:36 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top