Empat Kebiasaan Buruk dalam Pernikahan

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 30, 2013 4:00:19 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 4:00:19 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Menjaga pernikahan tetap awet bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak masalah dalam pernikahan dapat menciptakan krisis bila tak disikapi dengan baik oleh kedua belah pihak.

Seringkali, seseorang tak menyadari ada beberapa kebiasaan mereka yang bisa menyakiti hati pasangan dan memicu masalah dalam hubungan. Berikut empat kebiasaan buruk pernikahan, seperti dikutip dari She Knows.

Menyembunyikan perasaan
Menyesali hubungan dengan pasangan bukan sebuah hal yang baik dalam sebuah pernikahan atau hubungan manapun. Hubungan akan memanas bila Anda menyimpan sendiri rasa tak suka kepada pasangan.

Sebagai contoh, jika suami memiliki kebiasaan suka memotong pembicaraan, jangan diam saja. Biarkan dia mengetahui dan menyadarinya.

Mengabaikan faktor bersenang-senang
Semua orang pasti ingin melakukan hal-hal menyenangkan dalam hidup ketimbang menjalankan kewajiban. Tapi, bukan berarti Anda dan pasangan tidak dapat menemukan waktu bersenang-senang di antara rutinitas kalian.

Jika kalian berdua sudah lama tak tertawa bersama atau ingin melakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaan rumah tangga, saatnya memberi diri 'liburan'. Menonton film berdua, berkumpul dengan teman-teman, menghadiri sebuah konser musik atau makan malam berdua di restoran bisa mencipta kesegaran dalam kebiasaan rutin.

Menyimpan kebencian
Pertengkaran kerap terjadi di antara pasangan. Tabiat pasangan yang dianggap melupakan momen penting seperti ulang tahun pernikahan atau ulang tahun sering menjadi sumbernya. Namun, jangan simpan kemarahan hingga berlarut-larut.

Jika dia melakukan hal yang membuat Anda merasa jengkel atau marah, dan Anda masih memikirkannya berminggu-minggu kemudian, cari cara mengatasinya. Bicarakan dengan suami dan jelaskan dengan lembut bahwa Anda belum memaafkan apa yang dia lakukan.

Minta penjelasan lebih detail alasan pasangan melakukannya, agar dia meminta maaf lebih tulus. Jika ia telah meminta maaf beberapa kali namun Anda masih merasakan amarah, pikirkan untuk melampiaskan kemarahan Anda pada teman yang dapat dipercaya, untuk keutuhan pernikahan kalian.
 
Tidak mendengarkan satu sama lain
Apakah Anda pernah merasa pasangan hanya menonton tanpa mendengarkan apa yang Anda katakan? Apakah Anda  hanya menganggguk dan tersenyum sehingga pasangan menyadari bahwa Anda tak memerhatikannya beberapa menit kemudian? Atau, bisa juga kalian lebih suka menonton televisi daripada bercakap-cakap?


Hati-hati, karena pernikahan seperti ini telah ada di ujung tanduk. Kalian perlu saling mendengarkan satu sama lain. Inilah satu-satunya cara agar pasangan tetap saling terhubung. Semakin Anda tidak peduli padanya, semakin jauh kalian berdua, dan sebaliknya. (umi)

Rikaro.Ramadi
 Posted Saturday, March 30, 2013 7:44:41 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top