Kala Harus 'Berteman' dengan Mantan Kekasih

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 30, 2013 4:01:44 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 4:01:44 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Di zaman sosial media, hal yang sangat mudah untuk berhubungan dengan siapapun, termasuk dengan mantan kekasih. Namun, ada perbedaan besar antara pertemanan kalian di dunia maya dan kenyataan. 

Bagaimana jika Anda dan mantan kekasih yang baru putus harus sering bertemu karena berada di lingkungan pekerjaan yang sama? Apakah baik-baik saja untuk berteman atau hal ini dapat merusak hari-hari Anda?

Seperti dilansir dari laman Shine, Pendiri Divorce Detox, Allison Pescosolido, M.A dan Andra Brosh, Ph.D menyarankan untuk menegaskan kembali apa arti "teman".

"Bekerja di lingkup yang sama dan memiliki beberapa hal yang sama tidak selalu berarti pertemanan," kata mereka. "Tetap tenang dan apabila mungkin definisikan kembali hubungan sehingga Anda tidak bingung ketika akan berinteraksi. Kami menyarankan hindari pertemuan intim dan berbagi informasi pribadi untuk menghindari kebingungan atau perasaan buruk," katanya.

Itu artinya, buatlah batasan dari awal sehingga Anda yakin bisa menjaga pertemanan yang sehat dan menolak untuk kembali terjebak dalam kebiasaan lama dan hubungan yang tidak sehat dengan mantan.


"Ramahlah, namun tegas untuk menghindari keintiman palsu," mereka menyarankan.


"Batasi hubungan dan jangan mengangkat telepon darinya saat larut malam, hindari komunikasi berlebihan atau SMS lucu. Hindari apa pun yang biasa Anda lakukan ketika masih bersamanya."

Tentu saja ketika mulai berhubungan dengan orang baru, jangan berharap lebih dengan hubungan pertemanan tersebut. Terutama ketika pasangan baru Anda mulai merasa terancam dengan kehadiran 'mantan' anda.

"Kesetiaan Anda untuk hubungan baru Anda, jadi sangat penting untuk menghargai permintaan pasangan baru Anda," ungkap Pescosolido dan Brosh. "Jika mereka merasa tidak aman, mungkin ini saat yang tepat untuk memeriksa kesesuaian hubungan Anda dengan mantan."

Tapi bagaimana jika Anda yang merasa terancam dengan pacar baru mantan Anda? Dan tak bisa berhenti cemburu setiap kali dia memilih kekasih barunya ketimbang Anda? "Itu adalah pemicu dan peringatan besar bahwa Anda benar-benar butuh bantuan profesional untuk melanjutkan hidup," ungkap mereka.

"Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan kemungkinan bahwa Anda masih memikirkan mantan karena berharap bisa rujuk dengannya. Memiliki kekasih baru berarti, mantan kekasih memang ingin melanjutkan kehidupannya bersama orang lain."

Berikut beberapa alasan bisa menjadikan mantan sebagai teman:
1. Anda benar-benar cocok sebagai teman daripada menjadi pacar
2. Anda harus bekerja dalam satu grup yang sama
3. Anda tidak bisa melepaskannya

Alasan untuk tidak berteman:
1. Anda meninggalkan semua kenangan bersamanya
2. Anda tidak bisa melanjutkan hidup sepenuhnya dengan kehadirannya
3. Karena akan terlihat canggung bila menjadi teman.

Rikaro.Ramadi
 Posted Saturday, March 30, 2013 7:46:21 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top