Berulangkali Hamil Meski Pakai Kontrasepsi

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 30, 2013 4:11:00 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 4:11:00 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437


Gemma Potter, 23, telah mencoba berbagai macam alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Mulai dari pil, spiral, sampai suntik. Namun, usahanya tetap tidak berhasil. Ia malahan hamil sebanyak 6 kali dalam waktu 5 tahun.

Gemma dan suaminya, Glenn, 27, kini sudah memperoleh tiga buah hati: Shaun (4), Jessica (3), dan Sophie (2). Serta dua kehamilan lain yang gagal karena keguguran. Kini, pasangan ini sedang menantikan anak mereka yang ke-4.
 
Saking takutnya hamil kembali, pasangan ini jarang melakukan hubungan intim. Bahkan sejak September kemarin mereka hanya melakukannya sebanyak tiga kali. Tak dinyana, Gemma tetap hamil lagi.

"Masalah ini sangat memengaruhi kehidupan seks kami berdua. Kami selalu menghindari untuk berhubungan intim karena takut hamil lagi. Dan saya pikir hal ini sangat berat untuk Glenn," tutur warga Plymouth, Inggris, seperti dilansir oleh Daily Mail, 19 Desember 2011.

Saat berjumpa dengan Glenn pada Mei 2006, Gemma sudah mengonsumsi pil KB untuk mencegah kehamilan. Namun apa daya, ia hamil dan melahirkan Shaun pada Maret 2007.

Usai melahirkan, Gemma kembali minum pil KB. Tapi, lagi-lagi ia hamil dan melahirkan anak kedua, Jessica, pada Mei 2008.

Tak mau terulang lagi kejadian yang sama, empat minggu setelah melahirkan Jessica, dokternya menyarankan Gemma untuk ber-KB dengan sistem IUD yang menurut dokter lebih efektif untuk mencegah kehamilan. Dan saran itu diturutinya.

Tetapi, di bulan November 2008, Gemma mengandung kembali, walau kemudian keguguran di usia kehamilan 6 minggu. Takut kebobolan, Gemma lalu mencoba metode kontrasepsi suntik yang harus diulanginya secara berkala setiap 12
minggu. Sayangnya dengan metode ini pun Gemma kebobolan dan lahirlah anak ketiga, Sophie, pada 2009.

Gemma kembali berganti metode KB, yaitu spiral. Namun, Gemma tetap saja hamil, tapi kembali keguguran saat kandungannya berusia 11 minggu. Usai keguguran, Gemma balik lagi mengonsumsi pil KB dan kini, ia sedang hamil 10 minggu.

"Saya mencintai anak-anak saya, tapi saya tak ingin punya anak lagi. Sayangnya, memutuskan untuk melakukan steril belum jadi pilihan saya. Saya tak bisa hang out dengan teman karena selalu saja hamil. Saya juga tak bisa lagi kembali bekerja dan punya karier. Selain itu, saya juga harus berjuang keras menurunkan berat badan usai melahirkan," urainya.

"Saya tak tahu mengapa saya bisa terus-menerus hamil. Memikirkan orang lain yang tak bisa punya anak memang sangat mengerikan buat saya. Beberapa orang bahkan harus berjuang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan anak. Namun, kalau saya terus-menerus hamil, dan tidak bisa lagi membiayai anak-anak mungkin saya harus membiarkan anak-anak diadopsi."


Sedangkan Glenn yang bekerja di Plymouth Community Housing ini merasa syok tiap kali diberitahu Gemma kalau ia mengandung lagi.


"Saya sangat shock tiap kali Gemma mengatakan kalau dia hamil lagi. Tapi, saya tetap gembira dan akan selalu mendukung dia," urai Glenn.

Rikaro.Ramadi
 Posted Saturday, March 30, 2013 8:00:14 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top