Perceraian Dipengaruhi Genetik

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 30, 2013 4:52:55 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 4:52:55 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Berada dalam sebuah hubungan yang penuh pertengkaran atau pernikahan yang harus berakhir, membuat orang mungkin bertanya-tanya, apa penyebabnya? Menurut ilmuwan, jawabannya bisa berada pada genetik pasangan wanita. Untuk pertama kalinya, peneliti menemukan bahwa gen perceraian ada dalam wanita.


Dari sini mereka dapat memprediksi apakah sebuah pernikahan menemui hambatan dalam mengidentifikasi wanita yang harus berjuang untuk kelangsungan hubungan bersama pasangan.

Wanita yang mewarisi variasi gen tertentu cenderung untuk sulit menikah, karena sulit merasa terikat dengan orang lain. Namun jika mereka menikah, mereka berpeluang 50 persen merasa mengalami hubungan yang bermasalah dan penuh perselisihan. Sehingga tak mengejutkan, wanita pemilik variasi gen ini lebih mungkin melaporkan tidak bahagia dalam pernikahan.

Para ilmuwan yakin gen mempengaruhi bagaimana wanita memproses oksitosin, yang dikenal untuk mendorong adanya perasaan cinta dan kasih sayang ibu. Wanita memproduksi oksitosin secara alami, tetapi diproduksi lebih banyak selama melahirkan dan saat menyusui. Ini membantu wanita membangun ikatan dengan bayi mereka.

Tetapi jika wanita tidak dapat memproses oksitosin benar, mereka sulit mengalami ikatan dengan orang lain termasuk pasangan, teman dan anak-anak. Peneliti bahkan mengaitkan genetik ini dengan autisme.

Sebuah tim Swedia memeriksa DNA lebih dari 1.800 wanita dan pasangannya yang telah bersama lebih dari lima tahun.

Wanita yang membawa variasi gen reseptor oksitosin, yang digambarkan sebagai alel A-, 50 persen lebih mungkin mengalami krisis perkawinan atau ancaman perceraian. Pria yang menikah dengan para wanita pembawa gen juga jauh kurang puas dengan hubungan mereka.

Peneliti utama, Hasse Walum, dari Stockholm Karolinska Institute, mengatakan, "Kami telah menemukan bukti bahwa oksitosin terlibat dalam ikatan sepasang manusia. Variasi yang pada gen reseptor oksitosin ini terkait dengan seberapa kuat ikatan wanita dengan pasangan," katanya seperti dikutip Dailymail.

Tim yang sama juga menemukan versi pria yang memiliki gen perceraian empat tahun lalu. Pada pria, gen mempengaruhi bagaimana otak menggunakan vasopresin kimia,  yang pada gilirannya memengaruhi kemampuan pria untuk berkomitmen dan tetap setia.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 8:30:44 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top