3 Tahun, Masa Rentan Cerai Pasangan Modern

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 30, 2013 5:30:09 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 5:30:09 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Kehidupan modern memberi tekanan lebih besar bagi kelangsungan hubungan. Penelitian menunjukkan pasangan yang memiliki anak usia muda seperti bayi dan balita cenderung berpisah dalam tiga tahun.

Tren yang berkembang juga menunjukkan pasangan masa kini menjalin hubungan cepat, dan menghabiskan waktu lebih sedikit untuk saling mengenal sebelum memiliki anak. Para ahli mengatakan pasangan mencoba menggapai karier dan di saat sama berjuang dalam pengasuhan menyebabkan hubungan berisiko mengalami kegagalan.

Studi yang dilakukan situs Netmums menemukan, pasangan masa kini 4,5 kali lebih mungkin berpisah setelah tiga tahun dibandingkan pasangan generasi sebelumnya.

Sebanyak 21 persen pasangan yang berpisah melihat hubungan mulai retak setelah bersama dua-empat tahun. Dan yang mengkhawatirkan, 12 persen pasangan mengalami perpecahan dalam setahun. Hanya tiga persen pasangan bubar setelah tujuh tahun.

Memiliki anak-anak, diakui pasangan berpisah sebagai sumber ketegangan dalam hubungan. Hampir setengah (42 persen) dari 1.500 orang tua mengatakan anak-anak mendorong perpisahan. Hanya sepertiga yang mengatakan anak membuat hubungan semakin dekat.

Empat dari lima pasangan mengakui hubungan menjadi renggang sebagai akibat kelelahan karena kelahiran bayi atau mengurus anak yang masih kecil.

Banyak hal yang membuat pasangan sulit memiliki waktu bersama. 15 persen pasangan mengakui tak pernah memiliki waktu berdua setelah memiliki anak, dan 14 persen hanya bisa keluar berdua satu malam dalam setahun.

Meski begitu, banyak pasangan yang langsung memiliki anak di awal hubungan. Satu dari 20 pasangan mengalami kehamilan dalam waktu tiga bulan, 15 persen lainnya hamil dan memiliki anak dalam setahun.

Pendiri Netmums, Siobhan Freegard berkata: "Hubungan yang menjadi sulit  karena kurang saling mengenal dan di saat sama memiliki anak memberi tekanan lebih pada hubungan," katanya seperti dikutip Dailymail.

Tekanan lebih besar dirasakan pada wanita, yang dituntut untuk menjadi seorang istri, ibu dan wanita karier yang sempurna. Sementara pria merasa tidak yakin dengan peran mereka sebagai ayah dan kepala keluarga.

Pergeseran usia saat memutuskan memiliki anak juga memengaruhi ketegangan dalam hubungan. "Di masa lalu, wanita memiliki anak di usia 20-an, saat ini wanita cenderung punya anak di usia 30-an," ujarnya.


Wanita yang juga cenderung langsung memiliki anak dalam hubungan singkat dapat membuat hubungan yang dibangun mudah goyah. Freegard menyarankan sebelum mengambil keputusan berpisah, ada baiknya menahan diri untuk saling mendengarkan satu sama lain. "Ini dapat menjadi kunci untuk menjaga cinta tetap hidup dan mengingatkan Anda mengapa Anda pertama kali jatuh cinta pada pasangan."

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 8:47:32 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top