Perasaan Sedih, Bereskan Konflik Percintaan?

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 30, 2013 6:04:14 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 6:04:14 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Ketika pasangan berdebat, kerap kali yang terlihat hanyalah sebuah amarah. Padahal, jika melihat lebih dalam, Anda hanya akan menemukan kesedihan yang dapat menjadi kunci akurat hubungan yang baik.


Terkadang, orang perlu "menggigit lidah" mereka, mengubur kemarahan, dan mengatakan “apa yang salah”. Sayangnya, membedakan kesedihan dan kemarahan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

"Ketika melihat pasangan yang sedang emosi, kemarahan akan menutupi kesedihannya," ujar Keith Sanford, Ph.D., professor psikologi dan ilmu saraf Universitas Baylor, dikutip Daily Mail.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa ekspresi asli kesedihan selama konflik terkadang dapat menarik pasangan untuk lebih dekat, dan berpotensi memperbaiki hubungan keduanya.

"Intinya adalah mengungkapkan rasa sedih akan sangat bermanfaat saat konflik terjadi. Tapi sayangnya, perasaan sedih tidak dapat terlihat jika secara bersamaan mengekspresikan kemarahan," ujarnya.

Ditambahkan lagi, "Jika pasangan sedang marah, Anda cenderung menghiraukan kenyataan bahwa pasangan Anda juga merasa sedih dengan keadaan yang terjadi." Di sini, ego yang bermain.


Menurutnya, ekspresi kemarahan seseorang akan keluar ketika beberapa kali mengalami puncak kemarahan dalam hubungan percintaan mereka. "Ini berarti, jika pasangan berada pada puncak kemarahan, mereka cenderung mengekspresikan kemarahan mereka, dan melupakan apa yang mereka rasakan sebenarnya. Mereka seolah terperangkap dalam kemarahannya." jelasnya.

Sandford menemukan bahwa ketika orang mengekspresikan kemarahan, mereka kerap kali merasa sedih. Sementara, pasangan akan lebih mudah mengenali ekspresi kemarahan tanpa melihat kesedihan di dalamnya.

Temuan ini berdasarkan laporan dari 83 pasangan menikah, serta observasi dan tingkatan perilaku mereka. "Pengetahuan orang dalam dari pasangan mungkin dapat mempermudah bagi mereka untuk membaca satu sama lain," ujarnya.

Penelitiannya ini juga mengungkapkan, wanita lebih cenderung mengekspresikan emosi seperti sakit hati dan kekecewaan.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 30, 2013 8:58:16 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top