Kelalaian Dalam Rumah Tangga Terparah di Dunia

Posted By atankz Saturday, March 30, 2013 7:20:33 PM
Rated 5 stars based on 1 vote.
Add to Favorites1
Author Message
atankz
 Posted Saturday, March 30, 2013 7:20:33 PM
Leluhur

Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, April 1, 2013 7:23:41 PM
Posts: 6,330, Visits: 3,988
Kecelakaan bisa mengintai siapa saja dan di mana saja, termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Hanya saja, sebagian besar kecelakaan berawal dari kelalaian kita untuk memperhatikan hal yang dianggap sepele, padahal jika dibiarkan bisa berakibat fatal.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar atau melihat hal kecil yang berakibat sangat fatal, terutama yang menimpa anak-anak atau bahkan balita, seperti terjatuh, tersiram air panas, tersiram minyak panas, tersengat listrik, tersayat pisau, dan beberapa kecelakaan lainnya. Sebenarnya kejadian seperti itu bisa dihindari, jika kita bisa lebih teliti lagi.

Dari kelalaian tersebut, ada beberapa di antaranya harus berakhir dengan kematian. Baru-baru ini dalam beberapa pemberitaan media massa, sebuah kecelakaan yang mengakibatkan seorang anak tewas terjadi di sebuah apartemen di Jakarta, akibat terjatuh dari lantai 28. Penyebabnya diduga karena sang anak lolos dari pengawasan pengasuh, hingga keluar ruangan yang akhirnya terjatuh. Kejadian tersebut hanya sebagian kecil dari kecelakaan yang berawal dari kelalaian dalam rumah tangga. Berikut uniknya.com merangkum 5 kelalaian dalam rumah tangga:


1. Balita Sekarat Akibat Minum Pembersih Oven


Saat Anda membeli sabun cair, atau produk mengandung senyawa kimia lainnya seperti pembersih lantai dan oven, ada beberapa hal kecil yang sering kita abaikan. Seperti petunjuk penggunaan dan penyimpanan, salah satunya perintah jauhkan dari jangkauan anak-anak, padahal petunjuk tersebut dibuat untuk kebaikan kita. Terutama bagi keluarga yang sering kali lalai dalam memperhatikan kondisi sekitarnya, terutama pada anak-anak.

Seperti yang dialami seorang balita bernama Callum Blackshaw saat bersama keluarganya berkunjung ke rumah neneknya di Orsett, Essex, Inggris. Anak berusia 2 tahun tersebut sekarat akibat meminum caiaran pembersih oven yang tidak terututup sempurna oleh neneknya. Cairan pembersih oven yang bersifat korosif dan bisa membakar bahkan melubangi karpet tersebut, telah merusak jaringan kerongkongan Callum.
Kejadian tersebut berawal dari sebuah acara makan malam. Beberapa saat sebelum acara dimulai, Callum masih terlihat bermain bersama saudara kembarnya, Calvin. Namun, keluarganya keasyikkan mempersiapkan acara, sehingga lalai memperhatikan kedua balita tersebut. Saat diketahui Callum sudah pingsan di lantai dengan mata masih berputar, mereka dengan cepat membawanya ke Rumah Sakit Basildon. Callum diberikan perawatan darurat dan akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Ormond Street di London.

Karena mengalami gangguan serius di organ penting dalam tubuhnya, selama perawatan, pihak rumah sakit terpaksa harus membuka kerongkongan Callum selama pengobatan. Bahkan untuk makan pun, pihak rumah sakit harus melakukannya dengan meneteskan cairan khusus melalui hidungnya 3 kali dalam sehari. Sementara kerongkongannya harus dibuka di malam hari untuk mempercepat penyembuhan luka. Kini Callum pun harus hidup dalam pengawasan ahli kesehatan, karena jika salah mengonsumsi makanan atau obat, akibatnya bisa fatal, bahkan mungkin kematian.


2. Luka Bakar Wajah Akibat Rokok


Kelalaian yang berakibat fatal juga dialami seorang gadis berusia 15 tahun, Terri Calvesbert. Sejak bayi ia mengalami kerusakan wajah hingga 90% akibat luka bakar yang dideritanya. Luka tersebut diperoleh karena Terri menjadi korban kebakaran hebat di rumahnya di Ipswich, saat masih bayi. Bahkan sebelumnya, menurut dokter spesialis kulit luka bakar di Chelmsford yang menanganinya, Terry diperkirakan akan meninggal akibat luka balar terlalu parah. Namun, akhirnya Terri masih bisa hidup hingga kini, walaupun dengan kondisi cukup mengkhawatirkan.

Kebakaran yang menimpa Terri saat berusia 18 bulan tersebut, karena kelalaian Ibunya, Julie Minter yang meninggalkan sebatang rokok yang masih menyala di tempat tidur Terri. Akibat kebakaran tersebut, Terri harus kehilangan mata, hidung, dan rambutnya. Hingga menginjak usia remaja, Terri telah menjalani 50 kali operasi untuk memperbaiki kerusakan wajahnya. Bahkan untuk mendapatkan hasil lebih baik, Terri masih harus menjalani beberapa kali operasi dan membutuhkan donor kulit untuk perbaikan jaringan kulit yang rusak serius. Beruntung, kerabat, rekan, dan teman-temannya banyak yang bersimpati dengan selalu menyisihkan dana untuk operasi yang harus dijalani Terri.

Terri yang kini tinggal bersama Ayanya, Paul, dan Ibu tirinya, Nicky, mengaku bahagia masih bisa menjalani hidup. Namun, keinginan yang paling mendalam adalah bertemu ibu kandungnya, Julie yang meninggalkannya dua bulan setelah kejadian kebakaran. Menurut Terri, ia telah memaafkan Ibunya yang mengakibatkan kebakaran sehingga merusak wajahnya itu, tetapi sedikit sulit memaafkan kepergian ibu yang meninggalkannya dalam kondisi seperti sekarang.

Dalam sebuah wawancara yang pernah dilakukan bersama salah satu stasiun televise, Julie mengungkapkan alasan memilih meninggalkan Terri. Julie mengaku sangat bersalah, dan selalu berkeinginan bunuh diri jika melihat penderitaan Terri akibat ulahnya tersebut. Dan tujuan kepergiannya meninggalkan Terri adalah demi kebaikan dirinya dan Terri.

salam kenal

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top