Teknik Penyiksaan Brutal Paling Mengerikan

Posted By atankz Saturday, March 30, 2013 7:35:49 PM
Rated 5 stars based on 1 vote.
Add to Favorites1
Author Message
atankz
 Posted Saturday, March 30, 2013 7:35:49 PM
Leluhur

Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, April 1, 2013 7:23:41 PM
Posts: 6,330, Visits: 3,988
Konvensi PBB yang Menentang Penyiksaan mendefinisikan penyiksaan sebagai: “… segala bentuk tindakan yang menimbulkan rasa sakit atau penderitaan, baik secara fisik maupun mental, yang dilakukan secara sengaja terhadap seseorang untuk tujuan tertentu seperti untuk memperoleh informasi atau pengakuan dari orang tersebut atau dari orang ketiga, menghukum orang tersebut atas tindakan yang ia atau orang ketiga lakukan atau tertuduh melakukannya…”

Segala bentuk penyiksaan dianggap sebagai tindakan illegal di banyak Negara; sesuai dengan bunyi Konvensi Jenewa. Namun, terdapat beberapa bentuk penyiksaan yang masih dipraktekkan hingga saat ini atau hingga beberapa tahun yang lalu.

1. Melumpuhkan Panca Indera

http://1.bp.blogspot.com/-MqfA0_CfWL4/TpBmY40QW_I/AAAAAAAAEqA/dlX439A0j84/s320/6188104218_16c232f956_o.jpg
Melumpuhkan Panca Indera Merupakan bentuk penyiksaan paling keji ; melumpuhkan salah satu panca indera seseorang merupakan teknik penyiksaan paling kejam. Pelaku penyiksaan tidak hanya memborgol korban, ia juga menutup matanya, menutup telinga dan hidungnya untuk melumpuhkan 3 dari 5 panca indera yang dimiliki si korban: penglihatan, pendengaran, dan penciuman. Teknik ini terbukti ampuh dalam waktu sekejap karena korban tidak mampu menahan perasaan kehilangan panca indera miliknya. Teknik ini digunakan dalam berbagai bentuk.


2. Strappado (Penggantungan ala Palestina)

penyiksaan
Penggantungan ala Palestina merupakan bentuk penyiksaan keji dimana tangan korban diikat di belakang punggungnya, lalu seutas tali diikatkan pada tangan korban dan ditarik melalui sebilah kayu sehingga korban berada dalam posisi menggantung. Untuk menambah penderitaan korban; beban biasanya ditambahkan.


3. Perampasan Waktu Tidur

penyiksaan
Bentuk penyiksaan lain adalah perampasan waktu tidur, dimana korban diposisikan berdiri vertikal dan ketika ia mencoba untuk tertidur, ia diganggu secara fisik, menggunakan suara nyaring dan cahaya terang. Tidur merupakan hal pokok yang diperlukan seseorang agar ia tetap merasa damai dan tenang. Namun, ketika ia tidak diperbolehkan tidur, ia akan kehilangan akal sehatnya. Teknik ini dilakukan berulang kali hingga diperoleh hasil yang diinginkan.

Mantan Perdana Menteri Israel Menachem Begin mendeskripsikan pengalamannya saat mengalami penyiksaan ini sebagai berikut:
Di hadapan tawanan yang diinterogasi, pandangannya mulai kabur. Jiwanya merasa lelah, kakinya tak mampu berdiri lagi, dan ia hanya mempunyai sebuah keinginan: tidur… Siapapun yang pernah merasakan keinginan ini pasti mengerti bahwa rasa lapar dan haus tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kebutuhan yang satu ini.


salam kenal

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top