Kota Paling Unik di Dunia

Posted By atankz Saturday, March 30, 2013 7:39:18 PM
Rated 5 stars based on 1 vote.
Add to Favorites2
Author Message
atankz
 Posted Saturday, March 30, 2013 7:39:18 PM
Leluhur

Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, April 1, 2013 7:23:41 PM
Posts: 6,330, Visits: 3,988
Di Laos terdapat sebuah desa kecil yang ramai dikunjungi wisatawan, yaitu desa Vang Vieng. Desa ini dikenal sebagai surganya para backpacker.

Desa Vang Vieng di Laos awalnya merupakan sebuah desa wisata yang memiliki pemandangan indah dan suasana tenang. Desa ini terletak di Provinsi Vientiane, sekira empat jam perjalanan dari Ibu Kota Laos, Vientiane. Sejak dulu, desa ini memang telah menjadi pusat para backpacker dari Eropa dan Australia.

Dulu, setiap pekan pasti ada saja pembangunan guest house baru di Vang Vieng. Sehingga desa ini dipenuhi bar, kafe, serta penginapan yang setiap harinya memasang musik-musik keras. Daya tarik Vang Vieng kini adalah bir dan narkotika, yang bisa didapatkan dengan harga sangat murah di hampir semua bar dan kafe yang ada di desa ini.

Atraksi utama di desa ini adalah berenang di Sungai Nam Song menggunakan ban renang besar (tubing), dan menurut tempat penyewaan ban tersebut, setiap harinya ada lebih dari 500 ban yang disewakan. setiap harinya jalanan di desa ini dipenuhi para wisatawan yang mabuk-mabukan dan berpakaian tidak pantas serta berpesta semalaman suntuk.

Backpacker ini menghabiskan setidaknya dua pekan hingga sebulan di Desa Vang Vieng. Mereka bahkan bekerja di bar dan kafe untuk mendapatkan penginapan serta minuman gratis sepuasnya. Sayangnya, sejak aktivitas tubing dilarang pemerintah karena berbahaya, Vang Vieng menjadi semakin sepi dari backpacker asing.

1. Cappadocia, Turki

Cappadocia, sebuah kota yang terletak di Turki Tengah, terkenal dengan susunan formasi bebatuannya yang unik. Karena keunikannya, daerah ini juga disebut sebagai "rumah para peri" oleh wisatawan.

Formasi bebatuan unik ini terbentuk dari aktifitas vulkanis yang terjadi jutaan tahun lalu, yang menghasilkan lava panas yang membuka dan membentuk bebatuan dengan bantuan air dan angin alami.

Pada zaman purba, bebatuan ini dilubangi menjadi gua oleh manusia purba untuk melindungi mereka dari cuaca dan binatang buas. Akibatnya, arsitektur bebatuan ini saat ini terlihat seperti sebuah kota yang dipahat di bebatuan.

"Kota" di bebatuan ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. Umumnya Capadocia ramai dikunjungi ketika musim panas, terutama pada September saat panen anggur dan juga diadakannya Festival Rakyat Cappadocia, dan juga Oktober yang diramaikan dengan adanya Festival Balon Udara.

Festival Balon Udara merupakan pemandangan paling menakjubkan di Cappadocia. Wisatawan pun dapat ikut menaiki balon udara ini, sembari menikmati pemandangan indah bebatuan Cappadocia di atas ketinggian 1.500 kaki. Wisata Balon Udara sendiri sebenarnya tersedia sepanjang tahun, hanya disesuaikan dengan udara dan tentunya lebih baik apabila dapat dinikmati dengan musim yang cocok. Memandang keseluruhan lanskap indah dan unik Cappadocia memang paling tepat bila dilakukan dari atas angin dengan balon udara ini.

Untuk mencapai Cappadocia juga relatif mudah. Kota ini dapat ditempuh selama semalam dengan perjalanan bis dari kota Istanbul atau Ankara. Bis ini juga dapat mengantar wisatawan berkekliling ke kota-kota kecil indah yang tak kalah menarik dari Cappadocia seperti Uçhisar, Göreme, Avanos atau Ürgüp.

Untuk ikut naik dalam balon udara juga mudah, karena banyak sekali agen wisata yang menawarkan paket perjalanan lengkap dengan wisata balon udara mengelilingi Cappadocia.

2. Halsatt, China

China terkenal andal membuat versi tiruan produk terkenal yang kemudian dijual dengan harga miring. Tidak hanya barang, tempat wisata ternyata juga dibuat tiruannya oleh Negeri Tirai Bambu ini.

Desa Wisata Hallstatt, desa Warisan Budaya UNESCO Austria, yang indah dibuat tiruannya di Provinsi Guangdong, China. Desa tiruan ini dijadikan tempat wisata, dengan bangunan-bangunan bergaya Eropa yang menghiasinya.

Desa "bajakan" ini benar-benar mirip dengan desa aslinya di Austria, yang terkenal dengan danau dan pertanian garamnya. Semua detil ditiru habis-habisan oleh China, mulai dari menara gereja hingga rumah-rumah kayu gaya Eropa yang selain menjadi tempat wisata, juga akan dijual pada investor.

Desa tiruan ini diharapkan dapat menjadi atraksi penarik turis terbaru di China. Terlihat banyak wisatawan lokal mengambil gambar di setiap sudut desa replika ini.

Desa tiruan ini sangat luas, mencapai satu hektare, yang belum sepenuhnya dibangun. Rencananya, akan ada lagi perluasan rumah-rumah dan bangunan lain, menjadikannya lebih luas dari yang ada saat ini.


salam kenal
ulfa44
 Posted Tuesday, February 23, 2016 4:02:14 PM
Pentolan

Pentolan - (1,326 reputation)Pentolan - (1,326 reputation)Pentolan - (1,326 reputation)Pentolan - (1,326 reputation)Pentolan - (1,326 reputation)Pentolan - (1,326 reputation)Pentolan - (1,326 reputation)Pentolan - (1,326 reputation)Pentolan - (1,326 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Tuesday, January 31, 2017 9:54:19 PM
Posts: 478, Visits: 444
kapan bisa liburan kesono gan



Cincin Jogja - Jual Saldo paypal

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top