Festival Paling Seru di Dunia

Posted By atankz Saturday, March 30, 2013 7:56:47 PM
Rated 5 stars based on 1 vote.
Add to Favorites1
Author Message
atankz
 Posted Saturday, March 30, 2013 7:56:47 PM
Leluhur

Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, April 1, 2013 7:23:41 PM
Posts: 6,330, Visits: 3,988

1. La Tomata Festival

Festival ini diselenggarakan setiap Rabu terakhir di bulan Agustus, dan dilakukan selama sepekan. Lokasinya di kota Bunol, Valencia, Spanyol. Sekitar 30 km dari Mediterania.

Festival ini bermula ketika pada 1945 di kota itu diselenggarakan parade gigantes y cabezudos yang diikuti para pemuda setempat. Parade yang diselenggarakan di Plaza del Pueblo, alun-alun Kota Bunol ini, mempertontonkan aksi "adu jotos" para pemuda itu. Saat parade berlangsung, di dekatnya ada sayuran dengan tomat di antaranya. Tanpa pikir panjang, para peserta itu mengambil tomat dan melemparkannya satu sama lain. Parade pun kacau balau, sehingga polisi harus turun tangan menghentikannya. Namun peristiwa itu justru menjadi inspirasi warga kota, maka lahirlah Tomatina Festival.

Jika Anda ingin ikut terlibat, jangan lupa siapkan pakaian ganti dan obat-obatan, karena festival ini akan membuat sekujur tubuh Anda "berdarah" karena dilempari tomat. Bahkan tak sedikit peserta yang terluka akibat jalanan di lokasi festival yang menjadi licin.

2. Holi Festival

Festival ini diselenggarakan di awal musim semi hingga selama 16 hari oleh umat Hindu di India, Bangladesh, Pakistan, dan Nepal. Di India, tahun ini Holi Festival diselenggarakan pada bulan Maret.

Holi Festival berakar dari kisah dalam agama Hindu, dimana dalam Vaishnavism disebutkan kalau ada seorang raja setan yang agung yang diberi anugerah oleh Dewa Brahma, sehingga tak dapat mati. Namanya Hiranyakasipu. Karena anugerah ini, Hiranyakasipu menjadi sombong. Dia meminta semua umat Hindu agar tak lagi menyembah dan menghormati dewa-dewa, namun harus menyembah dan hormat kepadanya.

Prahlada, anak Hiranyakasipu, menolak kesombongan ayahnya itu, dan tetap memuja Dewa Wishnu. Hiranyakasipu marah sekali. Apalagi karena meski telah dihasut dan diancam, Prahlanda tetap menyembah Wishnu.

Hiranyakasipu kemudian mencoba membunuh anaknya itu dengan beragam cara, termasuk dengan meracuni dan membuatnya diinjak-injak gajah, namun tak berhasil. Ia lalu meminta Holika, adiknya yang juga tak bisa mati, untuk memangku Prahlada di atas tumpukan kayu yang akan dibakar. Tujuannya, tentu, akan membakar tubuh Prahlada, sehingga anaknya itu tewas. Namun yang justru terjadi adalah, api membakar Holika hingga tewas, sementara Prahlada tetap hidup. "Pengorbanan" Holikah inilah yang kemudian diapresiasi melalui Festival Holi.

Semula, Festival Holi hanya dirayakan oleh umat Hindu, namun setelah perayaan ini dijadikan sebagai salah satu objek wisata, pesertanya yang bisa mencapai ribuan orang tak lagi hanya umat Hindu, tapi juga wisatawan.

Dalam festival ini, peserta saling melemparkan bubuk berwarna-warni, sehingga warna tubuh mereka menjadi aneh karena memiliki banyak warna. Seru memang, tapi membuat mereka menjadi kotor. Begitupula lokasi dimana festival diselenggarakan.


3. Songkran Festival

Festival ini dirayakan pada Tahun Baru Tradisional Thailand yang dihitung berdasarkan kalender Thailand yang dimulai pada 1888 Masehi. Kalender ini berlaku hingga 1940, sehingga sampai tahun itu, tahun baru Thailand biasanya jatuh pada 1 April. Namun setelah itu, Thailand menggunakan kalender masehi yang berlaku di seluruh dunia, yang menetapkan bahwa tahun baru jatuh pada 1 Januari.

Songkran berasal dari bahasa Sansekerta, "samkaranti", yang secara harfiah dapat diartikan sebagai "bagian dari astrologi". Semula, hari perayaan festival ini ditentukan berdasarkan perhitungan astrologi, sehingga waktu penyelenggaraannya selalu berubah-rubah. Namun kini tidak lagi, sehingga festival dirayakan pada hari dan bulan yang sama, namun selalu pada hari dengan cuaca terpanas di Thailand, yang biasanya terjadi di penghujung musim kemarau antara tanggal 13 hingga 15 April. Mengapa demikian?

Jawabannya adalah, karena festival yang diselenggarakan di Kota Chiangmai ini merupakan festival dimana orang-orang saling menyiramkan air dengan menggunakan ember, gayung, pistol air atau balon, sehingga semua peserta basah kuyup.

Konon, tradisi yang telah diselenggarakan selama berabad-abad ini diadaptasi dari salah satu budaya di India. Maklum, seperti juga di India, penduduk Thailand kebanyakan juga berama Hindu. Filosofinya adalah, untuk membersihkan pikiran, tubuh dan jiwa.


salam kenal

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top