Cina Akui Adanya 'Desa Kanker' Akibat Polusi

Posted By Haris Rizqi Monday, February 25, 2013 12:32:23 AM
Rated 5 stars based on 2 votes.
Add to Favorites6
Author Message
Haris Rizqi
 Posted Monday, February 25, 2013 12:32:23 AM
Pamong

Pamong - (4,190 reputation)Pamong - (4,190 reputation)Pamong - (4,190 reputation)Pamong - (4,190 reputation)Pamong - (4,190 reputation)Pamong - (4,190 reputation)Pamong - (4,190 reputation)Pamong - (4,190 reputation)Pamong - (4,190 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Tuesday, September 17, 2013 2:02:23 AM
Posts: 140, Visits: 783

Cina Akui Adanya 'Desa Kanker' Akibat Polusi

TEMPO.CO, Beijing - Kementerian lingkungan Cina akhirnya mengakui keberadaan apa yang disebut sebagai "desa kanker" setelah bertahun-tahun spekulasi publik tentang dampak polusi di daerah-daerah tertentu. Selama beberapa tahun ini, kasus kanker di beberapa desa dekat pabrik dan perairan yang tercemar telah meningkat tajam.

Namun laporan Kementerian Lingkungan Hidup Cina tidak secara eksplisit mengurai "desa kanker". Istilah ini tidak memiliki definisi teknis dan laporan kementerian tidak merinci hal itu.

Laporan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup berjudul "Penjaga terhadap risiko dan kontrol akibat bahan kimia terhadap lingkungan selama periode Lima Tahun ke-12 (2011-2015)". Laporan ini menyebut banyak bahan kimia berbahaya dilarang di banyak negara maju masih ditemukan di Cina. "Bahan kimia beracun telah menyebabkan keadaan darurat lingkungan yang terkait dengan air dan polusi udara," kata laporan ini.

Laporan ini mengakui bahwa bahan kimia tersebut menimbulkan risiko jangka panjang untuk kesehatan manusia, membuat dampak langsung pada apa yang disebut sebagai "desa kanker". "Bahkan ada beberapa kasus serius desa kanker muncul di masing-masing wilayah," kata laporan itu.

Liputan media dari apa yang disebut "desa kanker" telah tersebar luas. Pada tahun 2009, seorang wartawan Cina menerbitkan peta yang mengidentifikasi puluhan desa yang tampaknya terpengaruh oleh polusi yang berat.

Pada tahun 2007 BBC mengunjungi dusun kecil Shangba di Cina selatan di mana salah satu ilmuwan yang mempelajari penyebab dan efek dari polusi di desa. Dia menemukan tingkat tinggi dari logam berat beracun dalam air dan percaya ada hubungan langsung antara insiden kanker dan pertambangan di daerah.

Pengacara lingkungan, Wang Canfa, yang mengelola lembaga advokasi lingkungan di Beijing, mengatakan ini adalah pertama kalinya frase "desa kanker" muncul dalam dokumen kementerian. Ia berharap ada tindak lanjut setelah ini.

Bulan lalu Beijing dan beberapa kota lain diselimuti kabut asap akibat polusi yang dianggap berbahaya oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Polusi telah memicu kemarahan publik selama bertahun-tahun namun tak ada aksi nyata pemerintah menanggulanginya.

atankz
 Posted Thursday, February 28, 2013 6:07:25 PM
Leluhur

Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)Leluhur - (224,493 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, April 1, 2013 7:23:41 PM
Posts: 6,330, Visits: 3,988
upp

salam kenal
EarthSky
 Posted Monday, March 4, 2013 8:23:27 PM
Tetua

Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, October 27, 2014 11:37:34 PM
Posts: 2,411, Visits: 3,079
nice info gan..
lanjoetkan share nya gan..
:)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top