| |
| 26 of 26 people found the following review helpful: |
By henry wijaya on
|
   
|
|
macro..?
|
lensa ini untuk macro saya gunakan dgn eos 7D luar biasa tajam...
untuk foto model tajam dan bokeh luar biasa..
takkan menyesal beli lensa ini..
|
| |
|
| 17 of 18 people found the following review helpful: |
By Iwan Eka Baskara on
|
   
|
|
Lensa andalan multiguna untuk portrait dan makro
|
Saya menukar lensa Canon 100mm F2,8 USM dengan lensa Canon 100mm F2,8 L IS Macro.
Lensa ini mempunyai ketajaman yang "dahsyat" untuk foto model/portrait terutama dibawah jarak
pemotretan 3 meter, bokehnya bagus dan halus. Fitur IS nya sangat membantu dalam situasi low light.
Reproduksi warnanya maknyuss...Saya menggunakan kamera full frame. Dan ini merupakan lensa favorit
saya, selalu ada didalam tas kamera...
|
| |
|
| 10 of 10 people found the following review helpful: |
By Bdoel on
|
   
|
|
Tidak Akan Menyesal
|
sudah 6 bulan saya pakai lensa ini bersama 550D, untuk potret dan makro dan hasil keduanya tack sharp....! sangat mengejutkan melihat detail rambut bulu mata dan pori2 kulit ketika potret wajah. warna yang dihasilkan sangat solid. ini lensa kedua yang saya gunakan untuk belajar makro, sebelumnya pakai lensa murah dgn pembesaran 1:2, tanpa IS, bukaan kecil. hanya satu hasil gambar yang tetap saya simpan di PC dari lensa murah itu (bahkan sekarang tuh lensa sama sekali tdk saya gunakan), sekarang dgn 100mm L sekali hunting pasti ada bebrapa yang layak disimpan. untuk makro pembesarannya 1:1, dengan bokeh yang halus (meski tdk lebih bokeh dibanding 180 mm L). orang bilang macro membuat kecanduan, itu tdk benar (seringkali membuat frustrasi) kecuali kita menggunakan lensa sekelas 100mm L ini, jarak fokus minimalnya cukup ideal sekitar 30cm. ingin jarak lebih nyaman untuk foto serangga pakai 180mm L macro dgn harga 2 kali lipat, dan kau sulit untuk menggunakannya untuk foto potret. sangat menyenangkan jalan2 dgn lensa ini, tidak terlalu berat dan besar, dan meningkatkan kepercayaan diri meski hanya pakai 550D (efek gelang merahnya.. he he). Hybrid IS lensa ini punya kompensasi 4 stop, dengan IS saya bisa pakai 1/5 setara 1/80 non IS. getaran yang bisa dikompensasi tdk hanya getaran rotasi axis, tetapi juga gerakan kecil horisontal maupun vertikal, yang biasa terjadi dlm foto makro. sedikit masalah adlh gara2 lensa ini saya ingin punya fullframe, karena foto modeling dengan lensa ini bersama body non FF kurang nyaman. butuh jarak yang jauh untuk foto seluruh badan, itu karena lensa ini di non FF body menjadi 160mm. juga lens hood nya yang terlalu over protektif (tabung panjang), walaupun untuk macro hood ini sangat melindungi kaca, tetapi sering menakut-nakuti serangga. tapi bagaimanapun juga, hood ini gratis... dan apa jeleknya barang gratis. secara keseluruhan... ini lensa yang akan tetap saya simpan.
|
| |
|
|