Seri CX 200 II ini memiliki kelebihan dalam hal kedetailan suara yang cukup baik dibanding dengan harganya yang sekitar 350rb. CX 200 II menyediakan 3 pilihan earbud (namun cuma 1 yang akan berfungsi optimal sesuai ukuran telinga kita).
Saya memakai IEM ini sudah sekitar hampir 6 bulan, awalnya kualitas suaranya biasa2 saja jika dibandingkan dgn IEM bawaan saya dr HP Sony Ericsson (HPM-70) masih kalah telak kalau soal bassnya, Senn yang baru dibuka dr packagingnya bass dan treblenya masih belum terpisah (masih tercampur, jd blm terasa bass n treblenya secara detail) setelah perlahan2 dipakai sekitar 1 bulan, bass n Treb nya sudah mulai terpisah (bagus malah detailnya). Untuk bass, produk ini memang tidak terlalu Nendang tapi sangat nyaman di telinga sekedar untuk mendengarkan lagu2nya Muse atau lagu2 remixers...
Kelebihan
1. Harga yang terjangkau untuk merk premium sekelas Sennheiser
2. Detail suara yang sangat bagus (suara simbal n gesekan tangan gitaris pada gitar akustik bahkan bisa terdengar jelas)
3. 2 Years Warranty (New for Old)
4. Noise Reducing yang bagus (bahkan saat saya bawa berkendara sepeda motor memutar lagu2 Green Day atau sekedar I Dont Want Miss a Thing suara2 knalpot dijalan dieliminir abisss.....)
5. Mid Range yang controlled banget (menyesuaikan jenis musik yang diputar), cocok banget kalau mau dengerin lagu2 yang diremix, silahkan dengerin remix-annya Thin White Duke buat lagu Mr. Brightside-nyaThe killers.
Kelemahan:
1. Kabel yang kalau disentuh serasa bunyi "dugh-ugh" mirip suara mic kalo diketuk ini karena ujung kabel pada driver yang agak longgar menyisakan ruang)
2. Lambat "panas" buat mengembangkan drivernya (bahkan harus sabar2 kalo mau Burn-in)
3. Bass nya kurang nendang buat memainkan lagu2 macem "Back In Black" , " Never Miss a Beat"
4. Sulitnya mengatur posisi Earbud pada telinga
Untuk poin 4 diatas, kelemahan menyesuaikan earbud dengan telinga kita bisa menyebabkan earphone semakin buruk detail yang bisa didengar, karena kecilnya driver, dan earbuds yang mudah nempel sama kepala earphone bisa memberikan ruang buat suara luar masuk atau bahkan earbuds itu sendiri yg menghalangi suara2 masuk ke lubang telinga... Tapi.... sekali pas masangnya, DETAIL2 SUARANYA BISA TERDENGAR JELAS... saat sy pasang pas dengan telinga, sy mulai mendengar detail2 kecil suara yg sebelumnya ga terdengar dr earphone.
Kesimpulan :
Dengan harga 350K, earphone ini "worthed" banget dengan kualitas yg kita dapat, setiap produk pasti punya kelemahan dan kelebihan, dan Senn sudah menyempurnakan produk ini dengan generasi baru dibawah Embel2 label "II" nya... dibanding dengan Earphone kesayangan saya (CX 500) memang beda jauh detailnya, tapi melihat perbandingan harga sekitar 600rb-an (dlu sy beli CX 500 sekitar 900rb-an, tp skrg sdh ga produksi lg).
CX 200 II ini cocok banget bagi kalian yang suka mendengarkan suara2 treble yg "sweet" n midrange yang ga Bleberan kemana2, tapi kurang cocok banget buat Audiophile yang BASS-ORRIENTED. disarankan kalau tidak mau kesulitan menghabiskan waktu muter2 earphone biar pas n enak ditelinga untuk melirik produk2 seri MX 470 atau 660.
Sekian, n jangan lupa, kualitas FILE musik yg diputar juga mempengaruhi hasil yg didengar, so disarankan untuk memainkan file2 berukuran besar (min 7MB) dan 44.1 Khz...
Semoga membantu ;)