Saya membeli memory untuk di pakai di warnet saya (12 PC : per PC 2 x 1 GB). Pertama kali membeli..niat-nya cuma asal ada Memory saja..., trus klo punya uang lebih ingin beli yg Performance memory.
Saat pertama di pasang di mobo saya memory ini secara otomatis ter-detect hanya 533 Mhz (DDR3-1066/PC3-8500), awalnya saya bingung..tapi dikarenakan pengalaman, saya coba mengganti setting memory secara manual di BIOS. Saya setting jadi 667 Mhz (DDR3-1333/PC3-10600)... dan berhasil. Setelah restart terlihat dalam posting BIOS dan dalam Windows (menggunakan software cpu-z) memory memang berjalan sesuai dengan clock asli-nya (sesuai dengan spec-nya) yaitu DDR3-1333/PC3-10600).
Tapi yang memang dasar-nya saya ini orang yg suka coba2, dan saya juga melihat bahwa kemampuan MOBO saya bisa sampai 800 Mhz (di BIOS sudah ada pilihan-nya). Saya kemudian mencoba men-setting ulang memory ini di BIOS jadi 800 Mhz (DDR3-1600/PC3-12800).., setelah di restart ternyata memory ini mampu dan berfungsi normal dengan clock 800 Mhz. Di karena-kan penasaran, saya coba cek dengan software cpu-z.., dan memang benar memory berjalan dengan clock 800 Mhz, dan yang lebih hebatnya lagi setting untuk Memory Latency-nya pun tidak berubah, sama seperti setting-an untuk 667 Mhz. (Biasanya memory apabila di overclock maka setting-an Latency-nya akan menjadi lebih lambat untuk mengimbangi clock yang tinggi) dan masih kurang puas juga saya pun mencoba men-test kestabilan CPU saya (CPU Stability Test, selama 36 Jam).., yang ternyata CPU saya tetap stabil.., sama persis jika saya memakai setting-an yang 667 Mhz. Yang pasti setelah saya coba benchmark, hasil test benchmark yang dapatkan pun jauh lebih tinggi daripada saat memory ini berjalan pd clock aslinya.
Akhirnya saya setting semua PC yang ada di warnet dengan setting-an 800 Mhz dan Alhamdulillah semua PC saya masih berjalan normal sampai sekarang (Saat itu saya membelinya bulan Oktober 2010).