|
Ini bukan review, hanya komentar singkat saja.
Tidak seperti UMPC lain atau bahkan notebook betulan yang menggunakan material plastik dengan finishing glossy sebagai casingnya, HP 2133 Mini-note merupakan UMPC solid dengan casing yang terbuat dari alumunium ringan untuk melindunginya dari goresan-goresan akibat pemakaian sehari-hari.
Tidak hanya casing luar saja yang dilindungi, layar dan keyboardnya juga dilapisi oleh lapisan pelindung. Lapisan pelndung pada keyboard berfungsi untuk mencegah pudar-nya simbol teks pada masing-masing tombol. Sasis Mini note terbuat dari magnesium alloy, untuk melindungi komponen internal UMPC yang sensitif dari benturan.
Sepasang speaker internal terletak di sisi layar wide-screennya. Sejauh ini, belum ada UMPC yang dibekali dengan internal speaker dan layar berformat wide-screen.
Sayang, HP Indonesia masih enggan merils varian Linux dari Mini-note, padahal versi tersebut sudah tersedia untuk pasar Asia Pasifik lain. "Kita lihat dulu perkembangan pasar di sana. Kalau minat pasar bagus, baru kita coba implementasikan strategi yang sama di pasar Indonesia," kata Marketing Director Personal Systems & Imaging and Printing Group dari HP Indonesia, Mariana Kasim, seperti dilansir dari okezone.com.
Padahal, perbedaan harga antara versi Linux dengan versi Windows Mobile cukup signifikan, sekitar $100. Target market HP sangat jelas, untuk eksekutif atau pebisnis yang peduli akan brand dan performance dari sebuah laptop ringkas. Untuk saat ini, mahasiswa, pelajar, atau masyarakat yang menginginkan sebuah laptpop murah harus sedikit bersabar. Mudah-mudahan versi linux dari Mini-note akan segera menyusul.
Pilihan lain untuk UMPC selain EEE PC adalah Acer Aspire One, dengan SSD berkapasitas 8GB. HP 2133 Mini-note dan Acer Aspire One sudah bisa didapatkan di bhinneka.com (pre-order).
*penulis adalah reporter di www.cariHP.com
|