Razer Deathadder Black adalah mouse seri ergonomics dari Razer yg paling bawah. Istilah Razer adalah essential grade. Razer Imperator berada setingkat di atas DeathAdder dengan peringkat expert sementara Razer Mamba adalah mouse ergonomics dari Razer yg berada di atas Imperator dengan grade elite.
Ini berarti Razer DeathAdder adalah pilihan paling ekonomis dari seri ergonomics Razer. DeathAdder diproduksi dalam 2 tipe yaitu Blue dan Black. Blue memiliki LED lighting pada mouse scroll dan symbol Razer. LED bisa di turn off melalui driver Razer sementara DeathAdder Black tidak dilengkapi LED. Saya sendiri lebih menyukai DeathAdderBlack karena finishing bodinya kelihatan lebih bagus warnanya dan toh LED tidak berguna dalam mouse(tidak seperti di keyboard).
Permukaan mouse Razer DeathAdder terbuat dari bahan seperti karet halus yg terasa dingin sehingga menimalkan potensi keringat dan sangat nyaman dipegang. Sebelum memakai Razer saya memakai gaming mouse dari Logitech yg walaupun bagus dan berkualitas bentuknya terlalu besar untuk tangan saya dan membuat pergelangan saya sakit dalam pemakaian berkepanjangan karena pergelangan tangan di tekuk sedikit akibat bentuk mouse yg panjang dan gendut. Razer DeathAdder di lain pihak dibuat untuk pemakai mouse dengan tipe mengenggam(grip) di mana seluruh tangan resting di mouse dengan jari2 cenderung lurus dan BUKAN tipe mencakar(CLAW) di mana jaritelunjuk dan tengah cenderung ditekuk pada tombol mouse kiri dan kanan.
Sebagian besar orang memang pemakai mouse tipe GRIP. DeathAdder juga dibedakan antara tipe untuk pemakai tangan kanan atau kiri. Ketika memakai DeathAdder bentuk mousenya cenderung rendah(dengan lump yg palm dan jari2) dan seluruh tangan bisa resting pada mouse dengan nyaman. Pergelangan tangan juga jadi tidak mengalami penekukan yg tidak perlu sehingga pemakai tidak mengalami sakit pergelangan ketika memakai mouse dalam waktu yg lama secara terus menerus.
Kabel mouse juga braided untuk menghindari kusut dan kabel mouse termasuk kecil dalam diameter sehingga ketika menggunakan mouse tidak terasa menggerakan kabel yg besar. Panjang kabel juga panjang dan sangat cukup.
DeathAdder bersensor infrared bukan laser dan memiliki DPI 3500(Mouse standar ber-DPI 800-900). DPI maksudnya besaran dot per inch. Semakin besar DPI maka semakin tinggi akurasi mouse. DPI DeathAdder juga bisa disetel dari 3500 ke 1800, 900 atau 450.
Razer DeathAdder dilengkapi 5 tombol: Kiri, kanan, tombol scroll dan 2 tombol cukup besar pada sisi kiri(untuk right handed DeathAdder). Semua tombol bisa dicustomized melalui driver dan bisa diassign on the fly sensitivity adjustment yg artinya ketika bermain game bisa mengubah sensitivitas mouse langsung tanpa keluar game. Melalui driver juga bisa di buat beberapa profil berbeda untuk customasasi mouse.
DeathAdder terasa sangat nyaman ketika dipakai dengan akurasi yg lebih dari cukup untuk kebanyakan gamer. Bentuknya yg simple(untuk DeathAdderBlack) juga terlihat berkelas. Kekurangannya beratnya bisa sedikit agak ringan walau bagi saya sudah ideal atau mendekati ideal. Kekurangan lainnya DeathAdder bisa lebih menarik jika ada 2 tombol tambahan sehingga fungsionalitasnya bisa lebih banyak.
Plug berlapis emas untuk menghantarkan listrik lebih baik agar respons time cepat dan kaki mouse terbuat dari teflon sehingga mouse bisa glide di atas mousepad dengan senyap dan halus. Material karetnya juga dingin di kulit sehingga sangat nyaman disentuh dan tombol2nya nyaman ketika ditekan khususnya tombol mouse kiri dan kanan.
Sangat bisa direkomendasikan! Dianjurkan dipakai di atas mousepad berkualitas agar pengalaman memakai bisa optimal. Saya memakainya di atas Razer Vespula hard mousepad.