Fitur paling menarik yang dimiliki oleh Seagate Go Flex adalah fleksibilitas dalam memilih koneksi yang digunakan untuk menghubungkannya ke komputer. Harddisk ini terdiri dari dua bagian, harddisk dan docking yang dapat dilepas. Docking yang disertakan dalam paket penjualannya adalah konektor USB 2.0. Bagi mereka yang kurang puas dengan kinerja interface USB 2.0, dapat membeli docking dengan beragam jenis konektor lain seperti eSATA, USB 3.0, dan Firewire.
Ketika harddisk dilepas dari docking, akan terlihat interface SATA standar harddisk yang dapat dihubungkan langsung ke motherboard melalui port SATA. Untuk proses backup data cepat dan besar, hal ini tentu akan memudahkan, sebab dengan koneksi USB 2.0 standar transfer ratenya cukup lambat (+- 30 Mbps). Fitur fleksibilitas konektor serta opsi koneksi langsung ke motherboard merupakan kelebihan utama yang membedakan HDD external ini dengan pesaingnya.
Dari segi kinerja, transfer rate menggunakan USB 2.0 terbilang cukup baik, antara 25 hingga 30 Mbps. Namun bagi yang membutuhkan transfer rate lebih cepat, dapat mengganti dockingnya dengan konektor USB 3.0 yang dapat dibeli terpisah. Tentunya dengan syarat motherboard Anda memiliki port USB 3.0. Getaran yang ditimbulkan terbilang minim, bahkan hampir tidak terasa. Adapun panas pada casing luar masih terbilang rendah. Dimensi harddisk ini juga terbilang cukup kecil dan ringkas untuk ukuran harddisk external 3,5".
Pada paket penjualannya dibundle sebuah software backup untuk backup dan sync dari memeo, walaupun performanya terbilang standar. Terdapat LED lamp dan indikator volume (isi harddisk) pada bagian depan harddisk yang bentuknya cukup menarik. LED lamp dan indikator volume dapat dimatikan, yang akan membuaat Anda lebih nyaman saat menonton film atau bermain game di ruangan gelap tanpa gangguan sinar dari depan. Harddisk ini juga dapat diatur waktu spin-down atau waktu istirahatnya, sehingga tidak terus menerus bekerja dan dapat menghemat listrik serta memperpanjang umur harddisk.
Kekurangan yang dimiliki harddisk ini adalah minimnya ventilasi dan fasilitas pendinginan yang berakibat suhu internal harddisk sangat tinggi, mencapai 50-55 derajat celcius pada full load. Pengoperasian harddisk pada suhu setinggi ini tentu berdampak tidak baik bagi harddisk, walaupun tidak mengurangi kenyamanan pengguna karena suhu di casing (anehnya) cukup dingin. Dimensi harddisk yang ringkas dan kecil tadi rupanya harus dibayar dengan panasnya suhu internal harddisk akibat minimnya ventilasi. Kekurangan minor lain yang dimiliki adalah posisi harddisk yang berdiri vertikal cukup rentan jatuh sehingga penempatan harddisk ini perlu diperhatikan.
Segala kelebihan harddisk ini juga harus ditebus dengan harga yang lumayan tinggi, walaupun masih terbilang normal. Bila Anda hanya membutuhkan media penyimpanan portable standar dengan fitur minimal, Anda dapat menemukan harddisk external dengan merk dan jenis lain yang dijual dengan harga yang lebih murah.
Pros :
~ Interchangeable connector, bisa dikoneksi langsung ke mainboard melalui interface SATA
~ Desain yang ringkas, kecil, dan gagah dengan LED lamp dan indikator volume yang dapat dinonaktifkan
~ Kinerja (transfer rate) cukup memuaskan
~ Getaran minim, suhu luar /casing dingin
~ Waktu idle/spin down yang dapat diatur oleh pengguna
Cons :
~ Suhu internal Harddisk cukup tinggi
~ Mudah jatuh bila diletakkan vertikal/berdiri
~ Harga yang terbilang tinggi