Mungkin gue akan sangat subyektif dalam review ini, karena --hey!-- gue udah ngidam alat ini sejak 7 tahun lalu, sejak melihatnya bertenger di dalam ruangan salah seorang Big Boss di kantor baru gue. Padahal waktu itu terdengar suaranya pun tidak, tapi pandangan pertama sungguh membetot jiwa!:p Sayang cita2 tsb terpaksa dipendam, karena menduga alat ini pasti sangat mahal, sesuai gaji si Bos.
Kelebihan utama HKS-III sebagai sebuah 2.1 speaker system adalah SANGAT compatible dg boleh dibilang semua peralatan yg bersuara. Niat awal gue sebenarnya hanya untuk dikoneksikan ke laptop untuk gaming, tapi ternyata mumpuni juga untuk mendengarkan musik via Blackberry dan/atau iPhone. Pun dengan disertakannya Stereo Audio jack output Adaptor dalam paket pembelian, HKS-III dengan mudahnya berubah menjadi pengalaman Home Theater yang menyenangkan; baik dari segi kualitas suara maupun kemudahan instalasinya, misalnya bila dibandingkan dengan sistem audio THX 5.1 apalagi yang 7.1. Suara yang dihasilkan sungguh memenuhi ruangan! Lo nggak akan nyangka bahwa suara "sebesar" itu dihasilkan dari alat semungil dan seindah ini.
Hal itu disebabkan karena HKS-III memiliki 'outstanding bass performance', atau dari sudut pandang lain; treble nya kurang "ngangkat". Akibatnya pada volume rendah mungkin output suaranya akan terdengar biasa saja, sehingga sepertinya kurang pas untuk fungsi (laptop) gaming di mana posisi duduk 'user' akan terlalu dekat dengan speaker. Tapi sambungkan ke TV untuk menonton DVD, lantas naikkan volume nya sedikit saja, dan gelegar suaranya yang sungguh dahsyat pun segera membahana! Ini sungguh pengecualian buat gue, yang sebenarnya lebih mencintai beningnya suara treble dan dentuman bos yang medium.
Fluktuasi volume tsb didukung oleh kemudahan akses melalui tombol sentuh pengatur volume yg terletak di salah satu satellite nya. Adapun Subwoofer-nya sendiri juga memiliki pengatur volume yang menjadi satu dengan fungsi Power on/off. Sayang walaupun satu tombol, tetapi mekanisme volume/power tersebut agak berbeda; yang satu melalui pemutaran, satunya lagi melalui penekanan.
Kelebihan lain HKS-III tentunya adalah penampilannya yang indah dan sungguh lain daripada yang lain; berwarna bening hingga tembus pandang ke semua komponennya, bentuknya mengingatkan pada ubur2 pada film2 tentang Alien. Aslinya dirancang spesial untuk menemani Apple Macintosh sejak tahun 2000 pada "Apple Worldwide Developers Conference", no wonder..
Begitu indahnya, bahkan banyak tetamu yang datang ke acara "House Warming" kami sebulan yang lalu pun tidak menyadari bahwa HKS-III adalah sebuah speaker system, mayoritas mengira hanya sebuah pernik dekoratif yang indah dipandang tapi nggak berguna. Nope, they're wrong! Nggak heran bilamana HKS-III diganjar menjadi a permanent collection at New York City's Museum of Modern Art (MoMA). Kapan lagi kita bisa punya barang museum, coba? :p
Saran:
Sebaiknya jangan dipajang saat banyak tetamu berdatangan, apalagi bila banyak anak kecil nakal dan manja. Bisa dipastikan tangan2 jail mereka akan segera beraksi! :p