Pertama belajar design grafis secara otodidak, saya memutuskan belajar photoshop yang merupakan pixel base software. Untuk melengkapi skill, tentu saya harus pula menguasai vector base software. Pilihan jatuh pada dua software yakni Corel Draw dan Adobe Illustrator.
Hanya saja, dengan pertimbangan saya sebagai photoshoper, saya memberanikan diri untuk lebih memilih Illustrator dibanding Corel, walau Corel sangat terkenal diIndonesia. Setelah lama berselang, dan seiring meningkatnya skill Illustrator saya, fakta yang mengejutkanpun muncul. Yakni Adobe Illustrator ternyata lebih hebat dari Corel Draw.
Di luar negeri, Illustrator nyaris mutlak mengalahkan Corel. Standar pengiriman file untuk semua agen microstock saja menggunakan standar eps miliknya illustrator. Pun dengan mudah anda akan menemukan tutorial illustraor di web- design kelas dunia, tidak demikain halnya dengan corel.
Dari situ kita bisa menarik kesimpulan bahwa betapa anehnya Indonesia. Tidak cukup dengan keanehan sebagai negeri kaya yang melarat, Corel pun lebih populer dibanding Illustrator. Hanya di Indonesia!
Satu satunya kelemahan software ini adalah harganya yang berlebihan.