| |
| 154 of 171 people found the following review helpful: |
By Muhammad Zamroni on
|
   
|
|
Cocok Untuk Mereka Yang Baru Belajar Fotografi
|
Pendapat secara Umum (General Opinion):
Nikon D3000 merupakan seri SLR entry-level yang sangat membantu pemula di bidang fotografi. Meski berstatus Digital SLR, beberapa fitur di kamera poket (snap and shot) masih ditanamkan di kamera ini demi memudahkan mereka yang berhijrah dari kamera poket ke level yang lebi tinggi (SLR).
Ukurannya yang cukup mungil di antara kelas SLR Nikon, dengan tombol pengendali yang sederhana sehingga memudahkan penggunaan dan mengakses fitur-fitur yang ada di dalam kamera.
Terdapat mode GUIDE yang bisa dijadikan panduan bagi pemula yang pertama kali mengenal fotografi dan pengaturan-pengaturan yang berkenaan dengan fotografi. Tampilan layarnya sangat membantu, dengan memberikan ilustrasi mengenal istilah bukaan diafragma dan kecepatan rana.
Pengaturan-pengaturan lain sudah disiapkan sehingga kamera ini juga bisa berfungsi sebagai "snap and shot", namun mode pengaturan "manual" juga disediakan sehingga bisa difungsikan sebagai kamera "manual" DSLR seperti pada kamera SLR lainnya.
Monitornya yang lebar (3 inchi) mampu menampilkan gambar dengan lebih baik dengan kontras yang tinggi. Menu-menu pengaturan juga jelas terpampang sehingga pengguna bisa dengan mengatur setting kamera sesuai keinginan.
Selain fitur-fitur pemotretan, kamera ini juga menyediakan fitur pengolahan gambar seperti koreksi warna, melakukan cropping, hingga pemrosesan gambar RAW (NEF) menjadi JPG.
Autofocus-nya cepat plus adanya 11 titik panduan fokus. Sayangnya, kamera ini tidak memiliki motor autofocus sehingga dibutuhkan lensa-lensa yang memiliki motor USM di dalamnya.
Performa ISO memuaskan, bintik-bintik noise baru muncul pada ISO 3200.
Kelebihan (Strength):
- Harganya terjangkau untuk kalangan pemula.
- Terdapat mode GUIDE yang memberikan panduan dengan lengkap.
- Layar besar (3 inchi) dapat menampilkan gambar dengan kontras yang tinggi
- Performa gambar yang baik bahkan pada ISO tinggi
Kekurangan (Weakness):
- Tidak memiliki motor autofocus internal, sehingga agar fitur auto-focus berfungsi diperlukan lensa yang mempunyai motor autofocus.
- Jeda waktu penayangan gambar setelah pengambilan cukup lama.
- Bodi terbuat dari bahan plastik sehingga cukup rentan bila digunakan pada kondisi ekstrim.
|
| |
|
| 60 of 69 people found the following review helpful: |
By Stefanus Astrianto on
|
   
|
|
Benar-benar ENTRY level SLR
|
Ini adalah kamera SLR pertama yang saya punya. Dengan kondisi budget yang sedang-sedang saja, dan baru ingin coba-coba, kualitasnya sudah sangat memuaskan.
Hampir semua fasilitas yang kita cari dari sebuah kamera tercukupi, walau serba tanggung. Cocok untuk yang baru pertama kali terjun ke dunia fotografi, karena adanya fitur "Guide". Di fitur itu dijelaskan dasar-dasar fotografi untuk pemula, misal pengaturan kecepatan, ISO, bukaan, dll.
Ketika mulai menginjak ke level selanjutnya, ketidak-adaan motor di body menjadi satu gangguan, karena jadi agak sulit dalam memilih lensa.
Plus :
- Harga SANGAT bagus untuk fasilitas yang bisa didapat
- Fitur VR sangat membantu
- LCD 3 inch cukup lebar dan lega untuk melihat hasil foto
- Compact, mudah untuk dibawa
- Bentuk body yang kokoh, cukup tahan banting sampai sekarang
Minus
- No motor, jadi harus beli lensa AF-S (which is lumayan mahal), terpaksa meninggalkan lensa-lensa idaman : 50mm fixed, 80-200mm
- No live view. Untuk yang terbiasa pegang kamera, it's not a big deal. Cuma kalau lagi minta temen fotoin, jadi agak bingung
-Noise di ISO tinggi. ISO 1600 sudah mulai ada noise
A very very reccomended entry level DSLR
|
| |
|
| 36 of 39 people found the following review helpful: |
By apriliasaputra on
|
   
|
|
Kamera Pemula - Kualitas Terjaga
|
Semula, saya sempat bingung untuk menentukan kamera yang hendak saya beli. Apalagi dana yang saya siapkan lumayan terbatas. Mulailah browsing kesana kemari, hingga saya mendapat tiga pilihan merk yang performanya hampir selevel. Dan pada akhirnya, saya memilih Nikon D3000 Kit VR. Nama besar Nikon, dan banyaknya teman-teman yang menggunakan Nikon menjadi dasar acuan saya untuk memilih kamera ini.
Hasil jepretan tajam (nama besar Nikon memang terbukti), ditunjang dengan lensa kit 18-55 vr yang memiliki nilai bagus berdasarkan review dari beberapa situs luar negeri. Genggaman nyaman ditunjang dengan tombol-tombol yang sederhana, 11 titik autofokus, fitur pengolahan gambar yang sudah terintegrasi dan mode guidenya membuat kamera ini benar-benar cocok untuk pemula seperti saya.
Secara umum saya puas dengan kamera ini, meskipun ada beberapa kelemahan, namun untuk pemula seperti saya, kamera ini sudah sangat mumpuni.
Berikut ini kelebihan dan kekurangannya (setelah saya menggunakannya tentunya) :
Kelebihan :
1. Harga terjangkau
2. Terdapat mode guide
3. Gambar tajam
4. 11 titik auto fokus, memudahkan dan membuat lebih variatif dalam pengambilan.
5. Lensa kit mumpuni (sesuai review situs-situs luar negeri)
6. Ringan, nyaman digenggam, cocok untuk pemula yang beralih dari kamera saku ke kamera SLR
Kekurangan :
1. Body tidak mempunyai motor. Hanya lensa AF-S (Lensa bermotor) yang bisa autofokus, dimana lensa AF-S harga nya lebih mahal dari pada lensa-lensa lain yang tidak bermotor.
2. Pada iso tinggi noise lumayan terasa, disarankan menggunakan iso dibawah 800
|
| |
|
| 24 of 31 people found the following review helpful: |
|
By Wiwin Ardiansah on
|
   
|
|
baru pesen ni
|
Aq baru pesen ni camera kmren di Bhineka, mudah2n besok dah sampe, buat keputusan plih cmera ini dah browsing kemna2, terplihlah nikon D3000 bt jadi kamera DSLR pertamaku, hehe, krena punya semua keunggulan yg kudu dimilki kamera DSLR (buat pemual Cocok banget ), buat brand oke bagt, bahan kamera bagus,..oke deh buat nikon, ditunggu kameraya yaa Bhineka..ga sabr buat nyoba
|
| |
|
|