Sebelumnya saya adalah pemakai 580EX II dan 430EX II, dan sangat tertarik dengan flash keluaran terbaru canon ini yang posisinya dibawah 430EX dan diatas 270EX, so bisa dibilang ini adalah flash kelas menengah canon. Setelah melihat banyak review di internet, saya beranikan untuk mencobanya.
Impresi pertama flash ini kecil sekali, jauh lbh kecil daripada 580EX2, bahkan lebih kecil daripada 430EX2. Tapi built quality bagus dan halus, memuaskan, made in Taiwan.
Recycling cukup cepat, power cukup kuat. Sudah saya coba pakai untuk pemotretan di hall yang atapnya tinggi (5m+) dengan menggunakan Gary Fong Whale Tail dan cukup kuat dengan hanya menggunakan power 1/4 - 1/8 dengan ISO 1600 exposure di 1/60s F4.0. Pada setting tersebut saya tidak pernah merasa kekurangan power (flash exposure) saat jepret beruntun.
Fitur paling menarik adalah LED light integrated, kemungkinan besar ini adalah flash pertama didunia yang menambahkan fitur tsb. Bukan sekedar bonus, LED ini sangat berguna untuk banyak keperluan : menerangi objek saat shoot video (sayangnya fitur auto LED-nya baru bisa dipakai di 600D dan 1100D, kamera lain harus kita nyalakan sendiri lampunya), sebagai modelling light, juga bisa untuk fill-in light. Bahkan bila anda butuh senter, LED ini sangat bisa diandalkan karena cahayanya yg sangat terang di kegelapan dan bisa bertahan 4jam menurut specnya. Sayangnya outputnya kadang terlalu keras untuk kebutuhan kita, dan tidak bisa diatur intensitasnya. Solusinya, saya menggunakan built-in flash diffuser yang ternyata bisa digunakan untuk memperhalus cahayanya :)
Pro :
- Ukuran kecil, bobot ringan tapi tetap solid built
- Flash power cukup kuat walau ukuran kecil
- Recycle time cepat
- Pengaturan flash sangat simpel dan cepat dengan tombol2/switch yang sederhana
- LED light sangat berguna untuk video shooting, modelling light dan bisa jadi senter/emergency lamp :p
- Fungsi sebagai slave flash lancar, cocok buat sistem ETTL canon, terutama pengguna canon 60D/7D/600D memiliki akses yang luas dari menu internal kamera
Cons :
- Flash head terlalu kecil, banyak flash diffuser/modifier yang tidak bisa dipakai
- Tidak ada auto zoom flash, hanya manual zoom di 24 dan 50mm (full frame)
- Tidak ada manual power setting di flash, harus pakai setting dari kamera atau master speedlite
- LED light terlalu harsh (kasar) cahayanya, tidak bisa diatur intensitasnya
- Tidak ada Infra-red AF assist, sehingga kalau kamera membutuhkan AF-assist saat flash dipasang, maka akan muncul disco-light (flash kedap-kedip sperti flash internal) untuk mendapatkan fokus.
Kesimpulan :
Flash 320EX sangat cocok buat fotografer yang baru pertama kali mempunyai flash. Namun selain itu buat yang sudah berpengalaman akan juga menghargai flash ini sebagai flash tambahan/slave yang simpel tapi cukup kuat, atau sebagai flash secondary yang dipakai untuk pemotretan yang ringan/tidak terlalu berat. Very Recomended for canon photography gear !