| |
| 72 of 111 people found the following review helpful: |
By CHRIS.Hs on
|
   
|
|
PlayBook keseluruhan
|
Negatif nya:
1. kalo pengalaman pribadi saya, PB mungkin baru bisa 'bridge' ke OS BB yg versi 6. krn saya mengalami masalah dgn OS BB v.5 di Bold 9000 seperti,tidak mengenal versi "bridge" yg saya pakai di handset sampai dengan kompatibilitas "plug-in" bridge tersebut. Padahal versi bridge yg saya pakai mulai dari v.1.0.0.3 sampai 1.0.4.9 BBM versionnya juga sudah v.5.0.3.22
Tetapi ketika saya gunakan OS v.6 dengan handset Bold2 saya, tidak ada masalah sama sekali. Semua lancar termasuk 'bridge browser" nya
2. asesoris original nya masih langka.
3. belum bisa BBGroup
4. camera belum dilengkapi dengan blits, namun untuk memfoto di luar ruang/dalam ruang dengan cahaya yg baik, hasil nya memuaskan
Positif nya: Saya pecinta Blackberry sudah tentu saya tidak mau banyak komentar untuk menghindari kesan "promo" :) key words nya: Blackberry PlayBook sanggup "kerja keras"
|
| |
|
| 54 of 97 people found the following review helpful: |
By Aditya Wisnu Putranto on
|
   
|
|
Awesome and Fantastic
|
Hanya ada satu kata buat tablet ini yaitu awesome :) Awalnya bingung antara membeli ipad ato android ato playbook ini. Tp ternyata dari banyak benchmarking di internet menunjukkan bahwa kemampuan tablet ini cukup unik dimana bisa melakukan blackberry thetering ataupun internet thetering selain melalui jalur WiFi utk koneksi internet. karena saya juga pengguna blackberry jdnpertimbangan awalnya yaitu bisa melngkapi handset saya. Tetapi ternyata tanlet ini lebih dari melengkapi dan sangat menunjang profesi saya sebagai tenaga medis untuk menjelaskan berbagai kasus dan rencana perawatan tidak hanya kepada teman sejawat tetapi juga kepada pasien saya.
Memang betul jumlah aplikasi utk BB OS ini msh sangat sedikit dibandingkan android atau bahkan apple OS tetapi jumlah yang sedikit itu sudah lebih dari cukup untuk menunjang produktivitas saya dan sangat berkualitas.
Yang membuat saya terpana adalah kemampuan multitasking dari tablet ini dimana saya bisa menjalankan 5 aplikasi secara simultan tanpa adanya lag dan terasa sangat smooth dan juga kualitas layar yang tidak kalah dengan layar dari ipad.
Terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah portabilitas produk ini untuk dibawa kemana-mana dibandingkan ipad atau galaxy tab yang 10.1 inch sehingga tidak perlu ruang yang luas.
Smoga kesan saya bisa menjadi masukan dan kebetulan saya menulis review ini melalui Playbook saya lho hehehe
|
| |
|
| 12 of 13 people found the following review helpful: |
By john g on
|
   
|
|
playbook vs ipad
|
u saya coba bandingkan antara ipad 1 dengan playbook, saya coba se fair mungkin. karena saya penggemar produk mac..tapi saya pemakai blackberry utk pekerjaan saya.
1. kalau anda suka main game...ipad juaranya, karena game nya banyak dengan graphic yang bagus, playboook game nya biasa saja...cenderung kurang bagus
2. mengetik....jika ingin mengetik menggunakan 10 jari....maka playbook sudah pasti buka untuk anda. playbook hanya enak utk mengetik dengan 2 jempol, dan agi saya paling nyaman dalam posisi pkaybook portrait bukan landscape.
3. playbook bisa buka website dengan flash...ipad tidak bisa, jadi kalau anda seorang blogger lbih baik baik punya playboook.
4. layar jauh lebih besar ipad, lebih enak mana? tergantung keperluan...jadi playbook vs ipad tidak bisa dinilai dari layar
5. aplikasi playboook tidak sebagus ipad....masih sedikit
6. pada playbook jika anda mau mengirim foto melalui email...anda harus masuk dulu k emailaccount baru attach foto, pada ipad...anda tinggal.pilih fotonya...click sekitar 2 detik langsung ada pilihan send to email as attacment
7. email account, jika anda menggunakan gmail account, anda harus menggunakan basic html email, ada pilihan di gmail...krn jika tidak,anda tidak bisa attach file (utk playbook). ipad tidak ada masalah dengan email attachment
8. bluetooth utk kedua tablet ini tidak bisa utk mengirim dan menerima file apapun. tp playbook bisa menggunakan kabel usb disambungkan ke mac/pc utk mengirim dan menerima data tanpa harus menggunakan sync software, ipad harus sync software. dalam hal ini playbook lebih unggul dan simple
9. kedua tablet ini juga tidak bisa membuat folder baru langsung dari tablet. playbook atau ipad harus menggunakan computer utk membuat folder apapun.
10. mutu gambar video maupun suara lagu dua duanya bagus menurut saya
11. playbook walaupun bisa dihubungkan langsung dengan BB phone, tetap tidak bisa ambil data dr BB phine anda secara langsung, misalkan anda mau ambil data foto dari BB utk dipindah ke playbook tidak bisa dilakukan dengan menghubungkan playboook dengan BB phone. utk.ipad sepertinya juga tidak bisa.
12. playbook setelah disambungkan menggunakan usb kabel bisa mentransfer data dengan mudah dari playbook ke pc windows atau mac, ipad bisa transfer data tapi tidak.semudah playbook
13. playbook ada usb, ipad tidak ada, tapi saya pernah liat ada cable converter utk ipad supaya bisa menggunakan usb...tp blum pernah coba
14. utk mengedit text dengan cara memilih kata2 yang telah ditulis, ipad lebih mudah
15. playbook menurut info dr website bisa mendownload video, tapi saya sudah coba sampai sekarang belum berhasil, ipad 1 belum bisa download...mungkin ipad 2 sudah bisa krn saya prnah liat ada applikasi utk itu
16. mengenai os saya tidak mendapatkan masalah dari kedua tablet ini, tapi memang ipad lebih simple.
17. aplikasi edit photo/gambar jauh lebih bagus ipad, juga utk aplikasi painting, design.
18. hasil foto playbook cukup baik...ipad1 tidak ada camera,
19. yang menurut saya penting adalah playbook bisa akses internet dengan menyambungkan playbook ke BB phone anda dan cukup cepat speednya, ipad sudah pernah saya coba sambungkan ke iphone dan macboook pro speed internetnya kurang bagus. jadi dalam kondisi darurat saya bisa akses internet hanya dengan menyambungkan playbook ke Bb phone, kalau ipad lebih baik anda punya provider internet khusu utk ipad...kalaupun mau mengambil akses internet dr conouter atau handphone harus berasal dari produk apple juga, playbook bisa dari produk apa saja.
20. kesimpulannya...jika anda pengguna BB phone maka "mungkin".lebih baik mempunyai playbook. jika belum punya BB phone "mungkin" anda perlu ipad (lebih baik jika anda punya produk mac lain seperti macbook. kalau anda bukan pemakai BB atau Mac sekali lagi pikir2sebelum membeli, anda akan menggunakan tablet ini utk apa? senang design/menggambar/edit video maka Ipad paling cocok, utk browsing saja dan kungkin menulis bloglaybook cukup membant, ipad juga bisa utk pnulisan blog tapi cukp ada kendala seperti upload gambar ke website sejauh ini tidak bisa saya lakukan.
saya membeli playbook bukan dari bhinneka.com dengan harga 4,999,000 jadi bhinneka.com benar2 memberi anda discount 300rb. tapi dengan membeli produk playbook saya tidak menyesal samasekali, ini bukan karena saya punya ipad1 ya walaupun saya lwbih senang mempunyai 2 produk ini
|
| |
|
| 3 of 3 people found the following review helpful: |
|
By Pandu on
|
   
|
|
Orang terlalu meremehkan produk ini
|
Melihat kemampuannya, BlackBerry Playbook sebenarnya layak untuk dilirik. Layar Playbook jauh lebih bagus dari iPad, hardware-nya pun berkualitas tinggi, jauh lebih mewah dari hardware Galaxy Tab yang banyak menggunakan plastik.
Meskipun Wifi-only, kemampuan bridge tethering-nya cukup untuk menggantikan ketiadaan konektivitas 3G. Menu-menu bridge (email, browser, BBM, calendar) tersaji sangat baik di Playbook meskipun kadang tidak responsif mengingat keberadaannya sangat mengandalkan koneksi bluetooth ke handset BlackBerry.
Namun harap diingat keunggulan Bridge: pengguna tidak perlu lagi biaya untuk koneksi internet, karena sudah include dalam tagihan unlimited BlackBerry. So, anda bisa browsing, chatting bbm, atau menggunakan email sepuasnya di Playbook ini dengan Bridge.
Setelah beberapa waktu bermain-main dengan Playbook, saya pikir sasaran Playbook adalah pengguna BlackBerry yang ingin meng-enhance fungsionalitas handsetnya, pencinta multimedia, serta pengguna yang memakai tablet hanya untuk browsing, dan sedikit membutuhkan aplikasi.
Sayangnya dengan harga 5 jutaan, Playbook bukanlah the best value tablet di pasaran. Beberapa event pameran komputer menawarkan tablet ini di harga 3 jutaan, yang menurut saya itulah batas harga psikologis untuk tablet dengan spesifikasi seperti ini.
|
| |
|
| 2 of 2 people found the following review helpful: |
By Yasser on
|
   
|
|
Setelah beberapa minggu pakai...
|
Januari 16, aku posting review playbook, unfinished review sebenarnya karena nyala aja belum...
Setelah berkutat habis-habisan di support@blackberry ataupun di crackberry untuk aktivasi, akhirnya nemu juga masalahnya. Di forum tersebut cuma dijelaskan kita diminta cari hotspot wifi yang lain...
Masalah paling pokok di Playbook adalah setting DNS !!!!!!! analisa ku sih mungkin querry DNS si playbook ini tidak sehandal PC/Notebook. Aku perhatiin bener, begitu primary DNS failed, sepertinya si PB malas untuk querry lanjutan dengan secondary DNS nya,. Setelah aku pastikan DNS bener-bener handal, ternyata aktivasi PB dapat berjalan dengan baik dan cepat... (Waktu itu masih emosi, karena udah dua hari selalu gagal aktivasi)
Nha, ini setelah 2 minggu pakai:
1. Build quality; PB mempunyai build quality yang bener-bener bagus. body dilapis semacam karet sehingga kesat saat dipegand. Tombol power yang katanya sumber masalah sudah diperbaiki sama RIM (menonjol 0,8 MM) sehingga mudah digunakan. bandingkan dengan tablet china yang harga 2-3,5 jutaan... jauuuuuuuhhhhh PB far better. Pernah coba tablet China... sorry il feel...
2. Paket penjualan; untuk PB yang 64 aku cuma dapat PB, charger micro USB, kain poles, sarung PB, sama kabel micro USB
3. Brigde dengan BB; aku pakai Storm 9500 dan it runs well... langsung connect dan stabil. OS Storm masih pakai versi 5.0.0.484. Semua aplikasi bridge bisa dijalankan. kekurangan: (1) ndak bisa BBM group, (2) akses web via bridge lambat, (3) hanya bisa akses file doc, xls, ppt, dan pdf. Music, video, picture ndak bisa diakses via bridge
4. Aplikasi bawaan cukup lengkap; yang menarik udah ada office to go yang lumayan lengkap. sangat membantu untuk view (all aps) ataupun edit (cuma doc sama xls). Game cuma dua (Balapan sama tetris)
5. Batere lumayan, full charge bisa dipakai seharian (hampir)
6. Multitasking: kereeeennnnn. bener-bener multitasking. aplikasi di background tetep jalan...
7. 1080p HDMI, ini yang menurutku selling point luar biasa... PB sudah ada micro HDMI port. Beliin kabel micro HDMI dan colok ke proyektor?... LUAR BIASAAAAA.... video 1080 bisa dialirkan dengan smooth... tanpa pixelite, tanpa putus... plus suara juga bisa dialirkan. Coba presentasi?.. Mantappppp Screen besar slide presentasi, screen PB baca remarks-nya... keren. HDMI nya bisa diset pakai bermacam-macam resolusi... jadi mau puter film FULL HD atau presentasi 1024x768 bisa diakomodasi dengan sempurna oleh PB.... kereeeennnn
8. Pas pakai PB, kalau ada telp ke BB kita, muncul notifikasi besar... jadi BB bisa kita set full silent.....
9. Audio via HDMI muantapppp... pakai jakc 3,5 mm nya belum dicoba....
10. Kesimpulan: kalau kita pakai BB dan cenderung ndak bisa ninggalin BB nya (addict atau agak addict) PB cocok sebagai pendamping. karena dia extend functionality dari BB kita...lagi pula kita ndak perlu langganan jasa internet lagi. cukup langganan BB bisa dipakai di dua device (kalau ndak salah, AT&T amerika memblok akses PB kayak gini). Sekarang Ipad2 nya kebanyakan buat main game... he. PB ukurannya lebih kecil... nyelip di tas punggung ndak begitu kerasa... sementara Ipad2 seukuruan layar notebook. Untuk aktivitas yang banyak presentasi, PB saya kira lebih cocok,,, tinggal pastikan proyektornya ada port HDMI.
Kalau PB dan BB agak jauh sehingga bridge putus, semua fitur tersebut tidak bisa diakes via PB... jadi semua file, chat. email. dlll ada di BB semua...Fitur ini lebih memudahkan karena kita tidak perlu maintain banyak device untuk e-mail (sekarang: notebook, PB, Ipad = agak merepotkan). Kualitas screen bagus, ndak kalah sama Ipad2. dengan demikian, kita bisa tetep pakai BB yang lama (asal OS nya sudah 5 keatas) dan pakai device baru untuk akses...
11. Pastikan minta diskon kalau beli, sepertinya mereka masih nyetok... :)
12. Worthed, dengan 1,999(16 GB) ribu dapat tablet yang berkualitas...
13. Support RIM masih payah....
14. 5 Bintang untuk devicenya, 1 bintang (tetep) untuk RIM
| 1 of 1 people found the following review helpful: |
By Yasser on Monday, January 16, 2012 2:02:13 PM  |
     |
| Playbook payah, RIM lebih payah lagi |
|
Baru ambil yang 64 GB, tertarik karena dapat diskon.
1. Sangat susah aktivasi, bertele-tele, ribet. Googling sana-sini. Beda dengan Ipad2 yang saya gunakan sekarang. Ipad2 jauh lebih mature secara aplikasi dan environment-nya. Setting WiFi ribet. Praktek langsung didampingi Ipad2, Playbook payah, bahkan untuk seseorang yang berpengalaman 10 tahun lebih di pengelolaan TI korporat.
2. Sangat lambat update OS. Beda dengan Ipad2, untuk update ke OS5 yang hampir 800 Mb dapat dilakukan dengan relatif cepat. uPdate playbook yang cuma 400 an Mb ndak kelar-kelar. Padahal menggunakan saluran yang sama, dengan kecepatan 1 Mbps.
3. Sampai review ini naik, update belum beres...
4. Kesimpulan: Ipad2 jauh lebih OK, ndak tahu kalau android. Insya Alloh kalau anggaran longgar, cobain. Pikirkan baik-baik sebelum beli...meski diskon gede...
|
|
| |
|
| 2 of 2 people found the following review helpful: |
By Sutoro on
|
   
|
|
Bisa install aplikasi Android dan Java
|
Awalnya saya kurang yakin mau membeli tablet PlayBook. Akhirnya saya memutuskan produk ini karena saya membaca bahwa BB PB bisa menginstal aplikasi Android dan Java. Untuk OS yang sekarang memang belum bisa, tapi RIM sudah mempersiapkan untuk update OS terbaru ( PlayBook OS 2.0) di tahun 2012. Bukankah ini hebat?? Kita bisa mendapat kelebihan BlackBerry dan kelebihan aplikasi Android.
Apalagi baterainya lumayan tahan untuk pemakaian normal..
Nggak nyesel dehh...
Untuk BB Brigde, OS 5 ke atas...
Kekurangan, nggak ada slot kartu sim-nya , jadi kalo nggak punya WiFi di rumah nggak asyik... Tapi, yang paling berat harganya, hahahahaha.... 
Overall, I PlayBook  
|
| |
|
| 2 of 3 people found the following review helpful: |
|
By Amien Rakhmanto on
|
   
|
|
Blackberry OS
|
Wow sekarang dikasih bonus Gemini 8520...knapa ya? Jgn2 biar cpt habis stok.
Menurut gw Blackberry akan segera tamat. Tidak hanya produk Playbook ini, tp jg produk BB secara keseluruhan. Ini dikarenakan lambanx perkembangan Blackberry OS dan banyakx keluhan kemampuanx terhadap multitasking. Berbanding terbalik dgn Android yg OpenSource, dukungan terhadap Android baik dari Google maupun dr pengembang aplikasi lain diperkirakan menjadi problem serius bukan hanya utk gadget bebasis Blackberry OS, tp jg OS lainx. Saran gw sih, mending cari produk lain yg berbasis Android.
|
| |
|
| 1 of 1 people found the following review helpful: |
|
By Weedee on
|
   
|
|
Small Thing but Powerfull
|
Saya pake Playbook 64 GB karena suka sesuatu yang jarang orang pake dan punya sistem sendiri . Thanks to Blackberry Bridge , kalo denger namanya memang seperti khusus buat bermain ( Play ) , tetapi kenyataan Tablet ini punya karakter sendiri lebih compact , serius, crispy clear screen , Fast, responsif , Good Stereo sound . Walaupun begitu Ok juga untuk playing Gamess.
Saya tidak butuh apps yang tidak karuan banyak seperti Android., Apple...... hehehe
|
| |
|
| 1 of 1 people found the following review helpful: |
By Fox on
|
   
|
|
Cocok buat pemilik BB. OS 2.0 bakal keren!
|
Membaca review umum yang masuk, hampir seragam, tablet yang kurang berfungsi. Saya juga cukup setuju dengan review itu. Tapi setelah gw beli dan coba sendiri, ternyata tidak mengecewakan.
Fitur multitasking-nya luar biasa, semua program bisa berjalan berbarengan tanpa harus pause. Dan tampilannya sangat amat fluid. Ini beda dengan iPad yang multitasking-nya harus pause semua, atau Android yang biarpun sudah memakai dual core, tetap tidak bisa se-fluid iPad atau BB PB.
Masalah utama BB PB dengan OS 1.x adalah kewajiban mem-bridge dengan hp BB lain. Sebenarnya bukan masalah besar, karena seharusnya pemilik PB adalah pemilik BB juga. Dan kebutuhan BB-nya juga tidak besar, cukup BB OS 5.x, seperti hp BB Gemini gw yang murah meriah.
Gw membayangkan mungkin ini yang dicita-citakan oleh Bill Gates saat dia merancang Side Show Windows, jadi si laptop memiliki tampilan layar kecil yang menampilkan informasi penting. Kurang lebih seperti BB & PB ini. Kalo gw cuma perlu liat jadwal, gw pake BB. Kalo gw browsing pake PB, tanpa perlu bolak-balik ke BB untuk liat email atau jadwal, karena semua ter-sinkron dengan real time.
Dengan datangnya OS PB 2.0 bulan ini, si PB bakal lebih powerful karena nantinya akan memiliki apps tanpa perlu di-bridge dengan BB, dan yang lebih penting, bisa menjalankan apps Android 2.3. Sehingga seolah kita memiliki 2 tablet! Bahkan dari percobaan gw dengan OS Beta, hasilnya lebih fluid daripada tablet Android (beneran) gw sendiri.
|
| |
|
| 1 of 1 people found the following review helpful: |
By Yasser on
|
   
|
|
Playbook payah, RIM lebih payah lagi
|
Baru ambil yang 64 GB, tertarik karena dapat diskon.
1. Sangat susah aktivasi, bertele-tele, ribet. Googling sana-sini. Beda dengan Ipad2 yang saya gunakan sekarang. Ipad2 jauh lebih mature secara aplikasi dan environment-nya. Setting WiFi ribet. Praktek langsung didampingi Ipad2, Playbook payah, bahkan untuk seseorang yang berpengalaman 10 tahun lebih di pengelolaan TI korporat.
2. Sangat lambat update OS. Beda dengan Ipad2, untuk update ke OS5 yang hampir 800 Mb dapat dilakukan dengan relatif cepat. uPdate playbook yang cuma 400 an Mb ndak kelar-kelar. Padahal menggunakan saluran yang sama, dengan kecepatan 1 Mbps.
3. Sampai review ini naik, update belum beres...
4. Kesimpulan: Ipad2 jauh lebih OK, ndak tahu kalau android. Insya Alloh kalau anggaran longgar, cobain. Pikirkan baik-baik sebelum beli...meski diskon gede...
|
| |
|
|
By Eric Agustian on
|
   
|
|
Performa Mantap!
|
Dari awal diperkenalkan pada saat event DevCon Asia Bali - Januari 2011 tahun lalu, PlayBook benar-benar bisa memukau semua peserta yg hadir. Dengan spesifikasi hardware yg mumpuni ditunjang dng kemampuan OS QNX yg fleksibel seharusnya PlayBook bisa sukses dipasaran. Namun entah mengapa PlayBook seperti tenggelam ditelan arus oleh tablet lainnya dari keluarga iOS dan Android.
Jika ditelusuri dari sisi hardware, bahkan iPad 2 sekalipun bukanlah tandingan PlayBook dari sisi performa& kemampuan. Secara sederhana saya membandingkan dengan memainkan beberapa game yg ada di iPad dengan versi khusus PlayBook, yaitu NOVA 2, Modern Combat, Ninja Fruit dan Angry Birds, tampak dari sisi graphis keduanya seimbang namun dari sisi loading terlihat perbedaannya. Belum lagi PlayBook memiliki kemampuan multitasking yg jelas tidak dimiliki oleh iPad dan bahkan saya bisa berpindah dari satu game ke game lainnya secara simultan.
Namun, secangih apapun suatu produk jika ternyata pasar kurang begitu menerimanya dengan baik maka akan percuma. Entah karena harganya yg terlalu mahal atau mungkin juga karena fitur-fiturnya yg kurang mumpuni (tidak bisa BBM, tidak ada slot 3G, tidak ada native email (OS versi 1) dsb). Strategi RIM untuk melakukan diskon harga besar-besaran cukup efektif untuk meningkatkan penjualan PlayBook, belum lagi dengan dirilisnya OS versi 2 secara resmi membuat semakin banyak orang yg ingin memilikinya, selain dikarenakan OS versi 2 ini mampu menjalankan berbagai jenis aplikasi Android (porting).
Jika dilihat dari sisi developer aplikasi, dan kebetulan saya sendiri adalah seorang developer. PlayBook memiliki begitu banyak pilihan untuk dikembangkan, bahkan developer web sekalipun bisa membuat aplikasi untuk PlayBook. Ya ini dikarenakan PlayBook dapat dikembangkan menggunakan basis pemrograman web (webworks), HTML5, Adobe AIR/Flash, ataupun native C++. Dan alhamdulillah saya mendapatkan PlayBook kedua saya secara gratis dari RIM dikarenakan aplikasi yg saya buat lolos seleksi dan berhak mendapatkan hadiah sebuah PlayBook 16GB.
Meski banyak pihak yg meramalkan PlayBook akan tenggelam & mati, namun sepertinya fakta berkata lain (atau setidaknya belum saatnya). Ini terbukti dari informasi yg dikeluarkan oleh RIM bahwa mereka akan merilis versi lanjutan dari PlayBook yg kemungkinan akan diberi nama PlayBook 3G+ yg tentunya dengan peningkatan fitur disana-sini.
Secara umum yg dapat saya simpulkan dari PlayBook adalah sbb:
Nilai Positif:
- Hardware sangat baik, dengan RAM 1GB, mampu menjalankan aplikasi secara multitasking
- Kemampuan playback video sangat baik, tanpa lag
- Jika di-pairing dengan BlackBerry (via BlackBerry Bridge) maka anda akan mendapatkan sebuah kombinasi device yg sangat powerfull & usefull
- Ringkas dan portabel, sangat mudah dibawa bepergian.
- Layar tahan gores dan mudah dibersihkan
Nilai Negatif:
- Harga cukup mahal (setidaknya sebelum dilakukan diskon)
- Aksesoris masih langka dan harganya pun cukup menguras kantong
- Jumlah aplikasi kategori hiburan (khususnya game) masih belum sebanyak seperti pada platform iOS
Jika diantara rekan-rekan ada yg sedang mempertimbangkan untuk membeli PlayBook atau tidak, maka dapat saya sarankan untuk membelinya, terlebih lagi jika anda sudah memiliki perangkat BlackBerry. Sekian review dari saya semoga membantu ^^
|
| |
|
|