| |
| 25 of 30 people found the following review helpful: |
By Andita Sely Bestoro on
|
   
|
|
Review
|
lucu juga membaca review di atas. membandingkan antara iPhone, android, dan Blackberry dengan harga bukan sesuatu yang tepat. ketiganya punya segmen yang berbeda.
kebetulan saya punya ketiganya. iPhone mempunyai prestige (gengsi) yang tinggi meski untuk fitur sih sebenarnya cukup standar (selain kemampuan kamera yang bagus dan konektivitas dengan apple gadget lainnya). Android, lebih layak dikomparasikan dengan Symbian. Keduanya merupakan platform opensource dan berdiri sendiri sebagai OS mandiri. Sementara Blackberry, memang lebih cenderung untuk segmen pekerja, karyawan, pebisnis dan selevel. Keberadaan BBM sangat membantu dan mengurangi biaya sampai 30%. Rapat, berbagi file, dan sebagainya bisa didapatkan cukup dengan tarif kurang dari Rp 100.000 per bulan. Kalo dihitung secara manual biaya yang dibutuhkan dengan menggunakan handphone lain tentu akan jauh lebih besar.
Khusus Dakota, saya beli karena dari pengalaman sih paling stabil dibanding yang lain. dari pemakaian saya termasuk jarang hang, bahkan ketika BBM sedang melakukan update konten dari grup. sekali lagi, tidak perlu saling menjatuhkan. miliki perangkat ponsel sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
|
| |
|
| 15 of 19 people found the following review helpful: |
|
By Dwi Jayanto on
|
   
|
|
Sharing
|
Saya sependapat dengan Andita Sely, halaman ini adalah untuk review dan ternyata malah saling menjelekan seperti hape anak kecil, hape idot dan sebagainya.
Saya ingin sharing sedikit opini saya mengenai pemilihan gadget. Saya merupakan alumni mahasiswa yg suka custom gadget. dan berikut tanggapan masing-masing dari gadget yg saya miliki:
Blackberry : Sistem operasi terlalu eksklusif sehingga menyulitkan user utk sinkronisasi dengan platform lain(merupakan smartphone kedua saya, dan mengalami kesulitan dalam transfer kontak harus konversi dari *vcf nokia ke *ipb), juga memiliki keterbatasan dalam email attachment, meskipun DAKOTA sudah paling wahid dikelas BB, pengalaman hang dan sinyal SOS masih terjadi,meskipun jarang daripada Gemini saya sebelumnya
Iphone : Tampilan retina display dengan white balance yg soft jadi semangat main game, email dpt dibuka dengan mudah tanpa ada konversi tampilan yg berarti seperti di BB, sayang tidak bisa di custom lebih lagi hanya dapat JB ataupun Cydia.
Android : (Smartphone pertama saya) setelah upgrade gadget android pun, dgn kemampuan 1,6Ghz QC dan RAM 2GB, saya masih tertarik melakukan custom ROM, kernel, firmware, dsb. Integrasi aplikasi yang memanfaatkan bukan hanya suara namun juga kedipan mata dan gerakan tangan cukup smart for entertainment, email dapat dibuka termasuk attachment dalam bentuk xlsx,pdf,pptx,dsb. dengan tampilan seperti pada desktop PC, game play super HD yg nyedot memori internal 2,5GB bisa dengan lancar dimainkan, direct play youtube di halaman web browser dengan adobe air, KIES memberi kemudahan utk sinkronisasi kontak (dari sistem BB,iOS,symbian,windows phone) dan masih banyak lainnya.
Oleh karena itulah pilihan smartphone utama saya jatuh kepada Android dan yg lain hanyalah formalitas seperti : bbm utk ngikutin mayoritas teman kantor.(Kantor provide BB karena paling murah dalam hal biaya bulanan).
Demikian sharing opini dari saya semoga bermanfaat bagi yang calon pembeli yang ingin membeli smartphone sesuai dengan selera dan kebutuhan masing-masing.
|
| |
|
| 2 of 2 people found the following review helpful: |
|
By Mimi on
|
   
|
|
Dakota vs BB Z10
|
Sekarang BBZ10 udah keluar dengan harga hampir 7 jt, skrg kalo disuruh milih, pilih BB ini or Z10, harganya gak jauh beda, tapi spesifikasinya udah jauh, mungkin harganya mesti turun, karena pasti pikir2 lagi mau ambil ini skrg, di BB Z10 beli paket internetnya udah gak paket2 khusus lagi, artinya udah sama kayak di gadget2 lainnya, beli paket internet biasa (quota) udah bisa pake untuk semua beserta BBM, jadi Blackberry harus segera mereview ulang harga2 untuk produk mereka.
|
| |
|
|