Sambutan terhadap MacBook Pro yang dirilis tahun lalu cukup baik setelah menerapkan konsep unibody yang menghubungkan beberapa bagian menjadi satu sehingga membentuk sebuah chasis. Apple melakukan pendekatan yang sama pada MacBook terbaru, menggunakan material plastik sebagai ganti aluminium dengan spesifikasi dan desain yang hampir serupa dan harga lebih murah.
Bagi yang terbiasa dengan MacBook Pro 13.3 inci tidak akan merasakan perbedaan mendasar dengan versi MacBook karena memiliki profil begitu mirip dengan tepi membulat, layar LED-backlit serta area trackpad yang lebih luas. Perbedaan mendasar hanya pada pilihan material casing yang keseluruhan terbuat dari plastik.
Apple membangun MacBook dari beberapa potongan polikarbonat, merupakan bahan yang sama untuk membuat botol minum Nalgene, CD, bahkan kaca anti peluru. Rangka dibuat sesolid mungkin sama seperti MacBook Pro yang berubah wujud dalam versi plastik. MacBook sedikit lebih tebal kira-kira 0.95 inci dan lebih berat dari MacBook Pro dan MacBook hanya menyediakan sebuah pilihan bagi pembeli dengan warna putih glossy.
Bukan hanya bagian luar MacBook saja yang identik dengan saudara tuanya; komponen hardware bagian dalam juga tidak jauh berbeda. Keduanya menggunakan prosesor Core2 Duo berkecepatan 2.26GHz, memory DDR3 2GB, dengan prosesor grafik NVidia GeForce 9400M. MacBook memiliki media penyimpanan lebih besar dengan kapasitas 250GB dibanding Pro yang hanya berkapasitas 160GB.
Apple telah mengganti backlight pada layar MacBook dengan jenis LED, sama seperti yang dilakukan pada MacBook Pro. Penggunaan LED mampu menghemat listrik, full brightness yang lebih cepat, serta menghindari potensi layar meredup. Seperti layar glossy pada umumnya karena sifat mudah memantulkan cahaya, layar terkadang terlihat silau saat berada dekat jendela dalam kondisi sinar yang masuk terlalu cerah.
Keyboard nampak putih bersih dan memiliki tombol yang cukup membulat, sayangnya LED ilumination seperti pada MacBook Pro tidak tersedia, sehingga karakter huruf sulit terlihat dalam kondisi gelap. MacBook baru ini telah menawarkan trackpad multi-touch lebih besar dan tanpa tombol karena seluruh permukaan memiliki fungsi tombol. Kombinasi pad yang luas serta permukaan yang fungsional membuat penggunaannya semakin menyenangkan ditambah lagi dengan kemampuan multi-touch gesture yang cantik.
Prosessor Intel Core2 Duo dengan Nvidia GeForce 9400M membantu meningkatkan performa MacBook terutama setalah dipasangkan dengan sistem operasi Snow Leopard. Setelah tombol power ditekan hanya butuh waktu 25 detik untuk mencapai tampilan desktop. Sekitar desktop terlihat sangat rapi bahkan setelah tab safari muncul, jendela IM, serta segala sesuatu yang dapat dimunculkan.
MacBook menggunakan baterai lithium-polymer yang menutup bagian dalam, sehingga pergantian baterai saat tenaganya melemah dengan yang lebih segar kemungkinan tidak dapat dilakukan. Sebaliknya, daya tahan baterai cukup baik dan Apple menjanjikan ketahanan baterai mencapai tujuh jam pemakaian, perkiraan ini untuk pencapaian paling tinggi dengan asumsi tidak semua fitur digunakan. Dalam kondisi penggunaan normal termasuk layar dengan full brightness dan mengaktifkan Wi-Fi, baterai MacBook mampu bertahan hingga lima jam pemakaian.
Produk Apple untuk segmen entry-level ini menawarkan keunggulan dari segi desain dan Apple membuatnya lebih baik dibanding generasi pertama melalui desain ulang dengan konstruksi unibody. Penggunaan NVidia GeForce 9400M sebagai prosesor grafis menandakan pemilihan komponen yang cukup selektif dalam membangun MacBook. (fahrur)