Lenovo merancang IdeaCentre A300 sebagai sarana untuk menikmati media definisi tinggi dan berfungsi mempercantik sudut ruangan. Masuk dalam kategori PC all in one yang memiliki layar cukup besar karena menggunakan layar berukuran 21.5 inci.
Spesifikasi yang terdapat pada IdeaCentre A300 yang diuji, terdiri dari prosesor Core2 Duo 2.2GHz, RAM DDR3 4GB dan media simpan berkapsitas 500GB. Melalui uji WorldBench 6 hanya memperoleh skor 85, skor yang tidak terlalu luar biasa sebenarnya dan mungkin bukan merupakan yang tertinggi diantara seri A300.
Grafis Lenovo IdeaCentre A300 bergantung pada chip terintegrasi buatan Intel yang menghasilkan performa cukup baik. PC all in one ini tidak mampu menambah frame rate diberbagai resolusi pada bencmark game. Namun, konten berdefinisi tinggi mampu bekerja lebih baik karena seluruh frame pada media yang diuji dapat bergerak dengan halus.
Layar duduk diatas dasar penopang yang memiliki ketebalan sekitar setangah inci, tanpa ada lagi sebuah kotak mesin CPU. Pada bagian kiri terdapat sepasang port USB, jack audio dan media card reader multi format. Sedangkan dibagian belakang terdapat sepasang port USB lain, konektor FireWire empat pin, ethernet Gigabit, input dan output HDMI, serta konektor listrik dari A300.
Layar A300 memiliki resolusi native 1080p dengan kejernihan dan ketajaman cukup baik, serta dapat berputar dan dimiringkan. Konektifitas WiFi 802.11n tersedia secara built-in dan sangat bermanfaat untuk memperoleh streaming media berdefinisi tinggi.
Drive optik tidak tersedia pada IdeaCentre A300 sehingga selain WiFi, Ethernet Gigabit dapat pula diandalkan untuk menerima konten definisi tinggi melalui jalur kabel. Ketiadaan drive optik ini bukan masalah besar, mengingat begitu banyak konten HD yang tersedia melalui internet seperti Hulu, Netflix, YouTub dan sejenisnya. Namun bila menginginkan A300 sebagai unit media yang utuh, sebuah port USB harus dikorbankan agar drive optik eksternal selalu siap digunakan.
Keyboard dan mouse yang disertakan, memanfaatkan fitur Bluetooth yang terdapat pada A300. Mouse terkesan terlalu mungil bagi pengguna yang memliki bentuk tangan besar, namun tetap nyaman digunakan. Sedangkan keyboard, meski cukup menyenangkan untuk aktifitas mengetik, sayangnya tidak memiliki tombol pintas ke media, sehingga pengguna harus menekan tombol fungsi kemudian tombol lain untuk mengarah pada film atau musik maupun menyesuaikan volume audio.
Tombol pintas yang terdapat pada keyboard mengarah pada Lenove Vantage Technology suite, sebuah paket software mirip dengan ThinkVantage yang biasa ditemui pada laptop bisnis Lenovo. Software dibuat agar dapat dioperasikan semudah mungkin dan difungsikan agar sistem terpelihara dengan baik, sehingga selalu siap untuk dioperasikan.
Lenovo IdeaCentre A300 jenis PC All in One memiliki performa cukup baik dengan penampilan menarik. Bagi anda yang tidak memerlukan sebuah mesin pekerja keras, namun lebih mengutamakan penampilan untuk mempercantik ruangan dan dilengkapi fitur wireless, cukup bijak menambahkan Lenovo A300 pada daftar belanja. (fahrur)