X

Apa itu Bisnis Startup ? dan Perbedaan dengan UMKM

Istilah bisnis startup belakangan ini sering disebut di berbagai media. Banyak orang yang menganggap bisnis startup adalah perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan cocok untuk anak muda. Anggapan tersebut bisa saja benar, namun nyatanya pengertian bisnis startup tersebut tidak lengkap.

Bisnis startup adalah model bisnis yang memungkinkan para profesional berkesempatan untuk berbagi bakat dan pengetahuan mereka untuk mengembangkan produk atau jasa yang mempengaruhi pasar secara positif. Di dalam bisnis startup, setiap karyawan bisa mengembangkan keterampilannya untuk membantu perusahaan terus bertumbuh.

Pengertian Bisnis Startup

Bisnis startup adalah perusahaan yang pada tahap awal operasinya membawa produk atau layanan baru yang inovatif untuk diperkenalkan ke pasar. Karena produk dan layanannya masih baru, bisnis ini membutuhkan biaya operasional yang tinggi, namun pendapatan yang terbatas. Hal tersebut membuat pendiri startup harus mencari investor dari berbagai sumber, seperti: keluarga, teman, atau pemodal ventura. Tidak jarang, pendiri startup juga menggelontorkan banyak uangnya untuk menggerakan perusahaan ke tujuan yang direncanakan.

Perbedaan Bisnis Startup dan UMKM

Meskipun memiliki beberapa kesamaan, namun bisnis startup punya perbedaan dengan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Berikut ini perbedaan Startup dan UMKM:

Tujuan Bisnis

Tujuan akhir dari bisnis startup adalah mengubah pasar melalui produk dan layanan yang dipadukan dengan teknologi baru. Sedangkan, Usaha Kecil Menengah cenderung mengikuti permainan di pasar dan masuk ke dalam pasar lokal yang sudah banyak pemainnya.

Hal ini berbeda dari startup yang berusaha mengubah cara orang berbisnis, cara orang menikmati layanan, dan lain sebagainya. Dengan dibantu teknologi, bisnis startup berupaya mempengaruhi pasar yang mereka masuki untuk mengubah gaya hidup atau cara bertransaksi.

Contoh: Jaman dulu untuk naik ojek kita harus jalan kaki dan menunggu di pangkalan ojek terdekat. Namun saat ini, Anda bisa pesan dan panggil ojek secara online dari smartphone. Pengguna semakin dimudahkan karena tidak perlu jalan jauh untuk menunggu ojek. Tarifnya juga lebih transparan karena sudah ada perhitungan yang pasti.

Kebutuhan Modal dan Investasi

Bisnis startup menarik modal dari luar dengan imbalan saham, atau kepemilikan atas perusahaan. Pendiri startup harus bisa meyakinkan investor untuk menanamkan modal di perusahaan yang masih bertumbuh, dan belum memiliki pendapatan besar. Modal yang didapat kemudian digunakan untuk pengembangan produk dan layanan dan rekrutmen sumber daya yang diperlukan.

Berbeda dengan Usaha Kecil Menengah. Kebanyakan usaha kecil menggunakan metode konvensional untuk memperoleh dana. Contohnya mencari pinjaman dari bank, kredit, atau hutang ke orang terdekat. Kepemilikan atas usaha kecil tersebut tetap dipegang oleh pemilik. Usaha kecil menengah berorientasi laba, sehingga modal yang didapat dari hutang atau kredit diprioritaskan untuk segera dikembalikan (dibayar).

Risiko Bisnis

Karena bisnis startup hadir dengan membawa hal baru, pemilik perusahaan mungkin tidak bisa memprediksi dampak jangka panjang di pasar. Risiko bisnis startup tergolong besar karena belum tentu produk dan layanan baru yang ditawarkan direspon positif oleh masyarakat. Sementara itu, risiko usaha kecil menengah ada di seberapa ahli pemilik bisnis untuk memperoleh pendapatan. Karena Usaha Kecil Menengah masuk ke pasar yang sudah mapan, jadi harus membuat pembeda antara usahanya dengan pemain lama di pasar.

Orientasi untuk Bertumbuh

Fokus bisnis startup adalah supaya produk dan layanannya diterima luas oleh masyarakat. Ini artinya, startup punya tujuan untuk tumbuh dengan cepat dan mendapatkan pangsa pasar. Di sisi lain, bisnis UMKM mungkin lebih tertarik untuk membuat bisnisnya sukses (mendapat laba). Mereka tidak terlalu fokus untuk mendapat pengakuan secara nasional. Tujuan bisnis kecil adalah untuk mempertahankan jumlah pelanggan yang konsisten dan terus memperoleh pendapatan dari pasar lokal.

Bagaimana Cara Kerja Pendanaan Bisnis Startup ?

Pendanaan atau penanaman modal di perusahaan startup masuk dari individu atau kelompok. Uang yang diberikan kemudian digunakan oleh startup untuk bertumbuh. Investor yang menanam modal di perusahaan startup menginginkan keuntunugan dari bisnis dalam jangka panjang. Selain itu, ada juga yang bertujuan untuk bisa memberi pengaruh bisnis yang dapat mempengaruhi jalannya bisnis di masa depan.

Tahap Pendanaan Bisnis Startup

Berikut ini beberapa tahapan yang dilalui oleh startup untuk mendapatkan pendanaan:

1. Tahap Pendanaan Pre-Seed

Adalah tahap awal pendanaan bisnis startup. Pada fase ini perusahaan baru akan dibentuk dan berencana untuk menarik investor untuk memulai pendirian perusahaan. Selama tahap ini, pendiri akan menemui banyak calon investor untuk mempresentasikan ide bisnisnya. Pastikan Anda bisa menjawab pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah ide Anda layak dijalankan saat ini, atau di masa depan ?
  • Apa ide Anda sudah ada yang lakukan sebelumnya ?
  • Seberapa berharganya nilai perusahaan ini di mata Anda ?
  • Model bisnis apa yang Anda gunakan ?
  • Bagaimana Anda akan memulai bisnis ini ?
  • Bagaimana cara bisnis ini mendapatkan profit ?
  • Seberapa hebat ide Anda bisa mengubah pasar ?

2. Tahap Pendanaan Awal

Pada tahap ini, fokus pemilik startup adalah memperkenalkan produk atau layanan dan menarik pelanggan. Pemilik juga mulai menyiapkan ekuitas perusahaan sebagai bentuk imbalan atas sejumlah besar uang yang sudah diberikan oleh investor. Adapun biaya-biaya yang ditanggung startup pada tahap pendanaan awal ini adalah:

  • Biaya peluncuran produk dan layanan
  • Biaya pemasaran dan edukasi
  • Rekrutmen karyawan baru
  • Riset pasar tentang respon masyarakat terhadap produk dan layanan.

3. Tahap Pendanaan Seri A

Tahap pendanaan seri A pada bisnis startup adalah langkah awal investasi pemodal ventura. Saham perusahaan ditawarkan sebagai ganti modal yang diberikan. Pada tahap ini, perusahaan mulai menyiapkan rencana untuk pertumbuhan bisnis di masa depan, seperti:

  • Mengoptimalkan operasional bisnis
  • Menekan kerugian dan efisiensi finansial
  • Mengembangkan produk dan layanan dari hasil riset
  • Membuat blue print bisnis tentang pertumbuhan bisnis.

4. Tahap Pendanaan Seri B

Bisnis startup pada tahap ini memiliki banyak pengguna setia dan pendapatan stabil. Di tahap ini, ide bisnis Anda sudah terbukti berhasil. Selanjutnya, masuk ke tahap pengembangan produk dan layanan untuk selesaikan masalah yang muncul. Pendanaan seri B bisa digunakan untuk memperluas pangsa pasar lebih lanjut, membentuk tim operasional untuk pengembangan bisnis, dan meningkatkan pemasaran.

5. Tahap Pendanaan Seri C

Perusahaan startup mendapat pendanaan seri C untuk bertumbuh. Perusahaan saat ini mulai melirik pangsa pasar di negara lain atau global. Di tahap ini, Anda lebih mudah mendapatkan investor baru karena sudah dipercaya bisnisnya berhasil. Adapun dana seri C bisa digunakan untuk membuat produk baru, menjangkau pangsa pasar di luar negeri, dan akuisisi startup berkinerja buruk yang bergerak di industri sama.

6. Tahap Pendanaan Seri D dan Seterusnya

Pada tahap pendanaan seri D, bisnis Startup membutuhkan dana tambahan untuk antisipasi langkah baru yang akan dilakukan. Misalnya muncul peluang baru yang berpotensi menguntungkan yang mengharuskan pemilik bergerak cepat, seperti penawaran umum perdana (IPO). Atau, misalkan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti muncul pesaing baru yang menggangu, sehingga harus menunda untuk IPO.

7. Pinjaman Mezzanine (Jembatan)

Pendanaan dari pinjaman ini memadukan hutang dan ekuitas untuk pemberi pinjaman. Dana yang didapat untuk pembiayaan jangka pendek. Pinjaman dana digunakan untuk menutup kesenjangan keuangan antara fase saat ini dengan IPO. Perusahaan bisa memanfaatkan dana yang didapat untuk akuisisi pesaing, rekrut tenaga ahli atau manajemen baru. Dana pinjaman biasanya dikembalikan 6 sampai 12 bulan atau dibayar saat perusahaan mencapai IPO.

8. IPO (Initial Public Offering) – Go Public

Tahap IPO adalah puncak kesuksesan dari bisnis startup. Ini adalah tahap pertama kalinya saham ditawarkan untuk pembelian publik. Dana dari IPO digunakan untuk menghasilkan pendapatan untuk bertumbuh atau dicairkan oleh pemilik saham untuk pendapatan pribadi. Pemilik bisnis startup bisa melepas semua kepemilikan sahamnya untuk mendapatkan keuntungan berlipat dari dana yang diinvestasikan dari awal.

Yudhistira: Yudhistira Arjuna Wicaksana atau akrab dipanggil Yudhi adalah seorang praktisi Digital Marketing dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Berbekal pengalaman yang luas dan latar belakang pendidikan Teknik Informatika, Yudhi menggabungkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memberikan solusi bisnis praktis di bidang teknologi. Yudhi berkontribusi sebagai penulis artikel di Blog Bhinneka untuk membantu perusahaan kecil, menengah, hingga besar untuk mendapatkan rekomendasi produk terbaik agar dapat meningkatkan performa bisnisnya. Memastikan setiap orang mendapatkan akses ilmu pengetahuan teknologi secara gratis dan up to date.
Related Post