X

Penyebab Kram Perut Saat Lari yang Perlu Anda Ketahui

Kram perut atau perut terasa sakit saat lari sering dialami oleh banyak orang meski banyak yang tidak mengetahui apa penyebab kram perut saat lari tersebut. Dalam beberapa kondisi, sakit perut yang terasa cukup mengganggu dan membuat Anda hanya dapat berlari secara pelan, berjalan atau bahkan berhenti.

Kram perut merupakan kondisi yang seringkali dialami ketika seseorang sedang melakukan jogging atau berlari maupun menggunakan treadmill. Pada artikel ini kita akan membahas apa yang dimaksud dengan kram perut saat lari dan apa yang menyebabkannya.

Kram Saat Berolah Raga

Kram perut atau sakit perut saat lari adalah rasa nyeri yang muncul dan dirasakan saat melakukan olahraga seperti jogging atau berlari. Kram ini biasanya dapat muncul mendadak dan terasa sakit saat seseorang berlari atau melakukan gerakan jalan cepat.

Rasa sakit yang dirasakan pada umumnya dapat dirasakan atau muncul pada antara dua area berikut ini:

  1. Side Stitch yaitu rasa nyeri atau kram perut yang muncul dan terasa pada bagian sisi abdomen atau perut, baik bagian kiri atau kanan.
  2. Kram yang muncul pada bagian tengah perut atau abdomen

Selain olahraga berlari, kram perut terutama side stitch juga dapat dirasakan pada seseorang yang melakukan olahraga dalam jangka waktu lama dan berat seperti lari, basket. Lalu apa yang menyebabkan kram perut ini dapat muncul pada saat seseorang berolahraga?

Penyebab Kram Perut saat Lari

Kram atau nyeri perut dapat timbul dikarenakan perut terguncang saat berolahraga setelah Anda makan atau minum. Namun, selain hal tersebut, ada beberapa penyebab umum Anda mengalami kram atau nyeri perut saat lari:

Dehidrasi

Kekurangan cairan pada saat Anda berlari dapat menyebabkan kram perut muncul. Oleh karenanya pastikan tubuh terhidrasi secara cukup sebelum Anda mulai berlari dan tidak berlebihan. Pasalnya, terlalu banyak minum air juga dapat memicu kram perut saat berlari.

Otot Perut Lelah

Jika Anda berlari untuk waktu yang lama atau menempuh jarak yang jauh, hal ini dapat memicu kram perut. Pada saat berlari, otot perut dan tubuh bagian atas juga bekerja bersama dengan otot kaki dan paha.

Jika Anda berlari untuk waktu lama dan jarak yang jauh, otot perut yang bekerja dapat mengalami kelelahan dan menimbulkan rasa nyeri, sensasi terbakar dan memicu kram perut.

Pasokan Oksigen yang Berkurang

Saat berolahraga seperti lari, detak jantung meningkat dan tubuh akan bekerja untuk mengalihkan aliran darah dari perut menuju otot untuk mensuplai lebih banyak oksigen. Hal ini menyebabkan volume darah yang mengalir menuju bagian pencernaan berkurang.

Seringkali seseorang melakukan teknik pernapasan yang salah dimana seseorang cenderung bernapas secara dangkal dan tidak menghirup udara atau menarik napas cukup dalam. Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya pasokan oksigen ke jaringan otot di sekitar perut dan memicu terjadinya rasa nyeri atau kram perut.

Gangguan Sistem Pencernaan

Hindari untuk makan makanan berat sebelum berolahraga atau berolahraga setelah selesai makan. Kondisi perut yang terisi pada saat Anda berlari dapat menyebabkan Anda sulit untuk bernapas saat berolahraga sehingga dapat memicu kram dan nyeri pada perut.

Sebagai gantinya, Anda dapat mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti sereal, oatmeal atau buah seperti pisang 30 menit sebelum memulai latihan

Demikian beberapa hal yang dapat menyebabkan kram perut saat Anda berolahraga, terutama lari. Upayakan untuk berolahraga dan berlari dengan teknik yang tepat dan hindari olahraga yang terlalu berlebihan untuk tubuh.

Categories: Tips & Tutorial
Baladewa: Putra Baladewa Setiadji atau biasa dipanggil Putra memiliki pengalaman 5 tahun sebagai penulis di bidang gaya hidup (lifestyle). Lulusan sarjana komunikasi ini memulai karirnya sebagai penulis lepas di berbagai media massa. Selain berkecimpung sebagai penulis, Putra juga memiliki bisnis makanan ringan di kota Makassar. Menurutnya, bisnis makanan ringan sangat menjanjikan karena mudah dikembangkan dengan banyak ide inovasi. Jenis, menu, dan rasa bisa langsung disesuaikan dengan preferensi konsumen yang cepat berubah.
Related Post